Tuesday, September 12, 2017

Gagal Berangkat, Berhasil Panggang

arifsae.com - Hari berikutnya, masih kecewa dengan gagalnya JAIM 4. Saya mencoba untuk meyakinkan mereka. Tapi memang tidak bisa diapa-apakan lagi, mereka tetap tidak diberikan ijinnya. Akhirnya mau diapakan lagi?

Ah, sudahlah, lebih baik sarapan dulu. Tadi malam memang sudah beli berbagai perlengkapan makan. Termasuk makan roti. Sepertinnya enak buat roti bakar ya.

Roti Bakar
Sorenya juga sama, saya dan Pak Wawan setelah berolah raga, punya ide untuk memanggang ayam, karena memang sekolah mempunyai sebuah pemanggang ayam yang setelah dibeli tidak pernah digunakan. 

Ini pengalaman pertama, jadi kami masih susah untuk menggunakannya. Tapi toh akhirnya jadi juga. Saya dapat tugas membuat sambal tomat, siap sedia tentunya. Akhirnya saya sambal dan Pak Wawan buat panggang ayam. Sebenarnya, kita buat panggang karena sebelumnya kami diberi Sop Tulang oleh Abah. Jadi memang kami mengembelikan tempatnya juga harus ada isinya.
Panggang Ayam
Isi Ayam inilah yang harus dipersiapkan. Dibeberikan kepada abah untuk mengisi tempat yang tadi dipakai untuk makan Sop Tulang. Agak lama memang, karena untuk memanggang ayam, semua bagian harus terpanggang seluruhnya. Jadi waktu yang kami butuhkan juga lummayan banyak, tak terasa juga sudah panggang selama 2 jam. Dari jam 7 sampai jam 9. 

Akhirnya kami putuskan untuk mengakhiri panggang ayam ini. Karena memang suadah malam, dan tidak enak juga untuk bertamu malam-malam. Tapi sebelumnya, saya siapkan dulu sambal nya. Semoga Abah suka.[]

Monday, September 11, 2017

Menuju JAIM 4, Maunya!

Menanyakan Kepada Mereka

arifsae.com - Saya sudah menyiapkan dan meyakinkan mereka untuk berpartisipasi dalam Jambore Internasional Malaysia ke 4. Saya sudah berharap untuk bisa mengikuti JAIM 4 ini, karena tahun lalu,  Terusan 2 sudah berpartisipasi dalam acara ini, inginnya tahun ini juga berpartisipasi. 

Saya sudah menyampaikan kepada anak-anak untuk meneruskan kepada orang tua mereka.  Karena bagaimanapun juga, ijin orang tua adalah segalanya.  Tanpa ijin mereka,  tentu semuanya akan terhenti. Peran mereka selain memberikan doa, juga memberikan barang kebutuhan yang akan dibawa ke dalam JAIM 4. 

Hari Senin ini rencananya akan menanyakan kepada mereka tentang hasil penyampaian mereka tentang ijin untuk mengikuti JAIM 4. HarI ini akan mereka berikan keputusan untuk memberikan jawabannya.  Dan hari ini mereka akan mengiyakan.  Inginnya. 

Pak Wawan membuka pelajaran dengan sewajarnya.  Setelah itu tentunya menagih janji yang tentang ijin oleh orangtua. Dari 12 anak yang dibutuhkan, 6 laki-laki dan 6 perempuan menjadi kewajiban dalam pagelaran JAIM 4 ini.  

Tapi sayang... Jawaban mereka tak sesuai harapan, dari 12 anak yang sudah dijanjikan hanya 5 orang yang mendapatkan ijin orang tua. Berbagai alasan dari mereka dikeluarkan,  ada yang mau pulang kampung, ada yang tidak mau dicampur dengan clc lainnya. Juga ada yang tanpa alasan.  Pokoknya tidak boleh saja. 

Saya dan Pak Wawan pun sempat bingung juga.  Apakah tetep ikut atau bagaimana.  Dan dengan berbagai pertimbangan,  kami memutuskan untuk tidak mengikuti.  Salah satu alasannya selain harus 12 anak tidak terpenuhi juga karena masalah biaya yang lumayan besar 2000. Sekitar 6 juta lebih. 

Dengan alasan-alasan tadi, akhirnya kami putuskan untuk tidak mengikuti JAIM 4 ini. Ya sudahlah, mau bagaimana lagi, dipaksapun tidak akan mau. Mending saya nonton Bola saja, kebetulan sore ini akan ada pertandingan semi final Asean Games, antara Indonesia VS Vietnam. Saya ketempatnya Fikar, untuk menonton bola. Lumayan mengobati sesal tak bisa ikut JAIM 4.

Nonton Bareng
Pertandingan yang seru. Indonesia memang mendominasi dalam pertandingan ini, tapi memang belum rejeki. Indonesia kalah 1-0. Ah, kenapa setiap saya tonton bola selalu kalah?
Indonesia VS Vietnam

Malamnya sebenarnya saya berencana untuk bermain Badminton, tapi karena lapar, saya ke Kedai Baru. Disana hujan. Deras. Pulangnya pun kkehujanan. Sdudahah. Hari yang mengecewakan.[]

Sunday, September 10, 2017

Menyambut Dua Tamu, Mendatangi Kali Andamy

Pak Radin dan Pak Rahmad
arifsae.com - Minggu-minggu yang bercuaca panas. Tiba-tiba saya dikabari oleh Pak Wawan kalau akan ada Pak Rahmat dan Pak Radin yang akan berkunjung ke rumah. Pak Wawan memberitahu ke saya kalau akan ada teman saya yang main keruamah. Saya juga tidak tahu, mengapa Pak Rahmat tidak menghubungi saya langsung.

Agak lama kami menunggu, ternyata mereka berdua kelabas sampai ke Simpang Sapi. Lumayan jauh juga dari rumah, sekitar 30 menit perjalanan. Karena mereka kesasar, akhinrya saya dan Pak Wawan menghadang dipinggir jalan, buat jaga-jaga kalau tidak terlewat. Kami menghadang ditempatnya Pak Udin, penjaga gaied Andamy.
Menunggu Mereka Lewat
Lama kami menunggu, akhirnya mereka datang juga. Kami sempat mengejar, karena memang jalanya mereka cepat. Setelah bertemu, kami antarkan pulang. Mereka kami sambut alakadarnya, karena sudah masak, kami hidangkan makanan. Bincang-bincang ditengah obroloan terjadi, ternyata mereka ingin mandi di Kali Andamy.

Tempat renang yang memang pernah saya kunjungi berberapa kali. Dan beberapa kali juga saya share di grou WA. Tentunya dengan senang hati, kami mempersilahkan dan sangat bersedia untuk mengantarkan mereka. Mumpung hari libur, dan belum mandi jadi sekalian mandilah.

Karena hari masih siang. Dan tentunya udara yang panas, dan jumlah motor yang kurang mengakibatkan kami menunda dan mencari satu motor lagi. Akhirnya Pak Wawan tetap memanggil Zulfikar, dan ternyata dia menyanggupi. Tapi kami harus menunggu beberapa saat.
Motor Bareng-Bareng
Setelah sedikit tidak panas, dan Fikar yang sudah datang, kami putuskan untuk berangkat. Karena memang ada teman-teman tahap 8, dan yang menjadi tuan rumah yang sebenarnya adalah Bu Aji, kami putuskan untuk menjemput Bu Aji dan mengajaknya untuk beranang. Meski niat kami hanya supaya Bu Aji membawa makan dan minuman, terutama Kopi. Enak kan setelah mandi, ada kopi?

Akhirnya, kami mandi bersama juga. Pak Radin dan Pak Rahmat memang pertama kali mandi disini. Jadi mereka terlihat senang. Apalagi Pak Radin ketemu orang-orang Sunda, jadi mereka beraksi untuk berbicara dengan bahasa Sunda.

Kami lama mandi disini. Bercanda, foto-foto, dan mengobati ppenasaran mereka untuk berenang di Andamy dengan air yang berwarna biru. Begitulah. Kami habiskan sore ini untuk menikmati keindahan warna biru dan dinginnya Sungai Andamy.[]
Mandi Berjamaah di Andamy

Saturday, September 9, 2017

Jalan Kaki Ke Kedai Baru


arifsae.com -  Seperti biasa, hari Sabtu merupakan hari libur di Malaysia. Tidak ada agenda yang jelas dihari ini. Saya dan Pak Wawan memang tidak berencana kemana-mana. Meski tidak ada rencana, tapi kami tetap saja punya acara sendiri. Tidak terlalu banyak acara resmi memang, tapi minimal kami memanfaatkan perlengkapan yang sudah ada di tempat.

Banyak perelengkapan yang memang tidak terpakai selama ini, makanya saya dan Pak Wawan mencoba mencari keringat, tujuanya si ingin kurus. Tapi memang susah juga. Tidak janji, tapi kami tetap usaha. Karena makan kami kadang tak ingat dengan bentuk badang kami.

Salah satu olah raga yang pas untuk mengisi liburan ini adalah tenis meja. Iya, kami sedang senang untuk mengolah raga dan mencari keringat dengan bermain tenis meja. Tidak jago-jago amat, karena yang penting tujuan kita hanya sedikit untuk mengeluarkan lemak.

Kami bermain semampunya, dan memang lumayang menadapat kereingat. Tidak lupa, permainan itu dicampur dengan tawa dan canda. Entah topik apa, tapi ada saja. Kalau urususan ini, Pak Wawan memang lebih sedikit. Sedikit loh ya. Sedikit lebih jago.

Ditengah permainan, tiba-tiba kami menghentikanya. "Cari makan yuu...", tiba-tiba celutukan Pak Wawan memecahkan keseruan ditengah permainan. Sontak saja, niat kami yang ingin menguruangi lemak tiba-tiba mendapat tantangan. Jawaban saya simple saja, "yuuu...yuuuu...yuuuuu".

Tapi ada kendala. Kendala itu adalah motor yang tidak ada, karena sebelumnya, motor itu dipakai oleh Pak Bintang ke Sapi 2. Bersama Bu Aji. Tapi kendala itu tidak menjadi halangan, karena kendala itu kami atasi dengan ide untuk berjalan kaki. Sebuah tempat yang lumayan jauh apabila ditempuh dengan jalan kaki.

Tapi kami putuskan untuk berjalan kaki. Pengalaman yang pertama untuk berjalan kaki ke Kedai Baru. Siap-siap untuk cape, jelas. Tapi setidaknya kami pernah punya cerita.
Berjalan Kaki Ke Kedai Baru

Cerita pertama ketika kami berjalan kaki. Ditengah jalan, yang memang banyak ilalang dan tentunya tanaman Sawit begitu ramah menyabut kedatangan kami. Becek, itu pasti, karena malamnya habis diguyur hujan lebat. Tapi Kami lewati dengan kenikmatan.

Sesampainya disana, saya dan Pak Wawan langsung memesan makanan. Saya pesan nasi goreng sea food, dan Pak Wawan memesan nasii goreng Pataya. Keinginan untuk mengurangi lemak sirna sudah, ibarat lemak hilang satu, kita masukan 1000. Haiihhh...
Nasi Pesenan

Tapi baarlah, kami menikmati makanan ini. Selesai makan, kami tak langsung pulang. Sekedar mmengisi kulkas, kami lanjutkan untuk belanja. Dan kami pulang lagi dengan jalan kaki. Pengalaman jalan kaki pertama yang harus dikenang.[]
Mengajar Lagi

Friday, September 8, 2017

Pernah Lihat Foto di Belakang Sampul Buku IQRO? Ini dia Profil Pengarangnya

KH Asa'ad Hamam

Mengerjai BOS dan RKAS

Ruang Kelas Malam hari
arifsae.com - Sehari menikmati gajih, hari ini fokus kembali untuk mengerjakan BOS. Saya dan Pak Wawan berencana untuk mengerjakan bos malam-malam. Menunggu kesibukan pada hari itu terselesaikan.

Habis Magrib, saya dan Pak Wawan mempersiapkan semuanya, karena rencana kami pengerjaan BOS tidak dirumah, melainkan di sekolahan yang kondusif, tenang dan bisa terfokuskan.

Ada dua hal penting yang harus diselesaikan, yang pertama harus menyelesaikan RKAS untuk pengajuan dana, sekaligus untuk membuat laporan. Pertama RKAS dikerjakan dari pertama, kita urutkan terlebih dulu. Karena dana yang hanya dapat RM 20.000 maka kami fokuskan terlebih dulu kegiatan yang sudah terlaksana dan yang akan dilaksanakan.

Kemudian, langkah berikutinya mempersiapkan minuman dan makanan kecil. Tentunya berbagai peralatan laptop dan proyektor. Kami pasang. Ditengah malam rintik hujan, kami mulai mengerjakan.
Lembur Yuu
Saya diajari dari hal-hal detail, sederhana sampai yang rumit sekalipun. Kami melakukannya dengan santai, tidak ada paksaan, kalau ada yang kelihatan cape, kita istirahat sejenak sambil menikmati makanan ringan yang dibawa dari rumah. Terimaksih untuk ilmunya Pak Wawan. 

Entah sampai jam berapa kami disini, yang jelas sampai selesai. RKAS ini dibuat untuk diajukan mendapatkan dana tadi. Jadi harus maksimal. Semoga kedepannya lancar.[]

Thursday, September 7, 2017

Gajih Raya, Pasar Dadakan di Malaysia

arifsae.com - Akhirnya tanggal 7 datang juga, tanggal yang dinanti-nanti setiap orang di Terusan 2. Hari ini dinanti karena memang hari ini merupakan hari bagi mereka menikmati hasil jerih payah selama satu bulan lamanya. Iya, mereka akan mendapatkan gajih.
Ke Pekan, Tamu, atau Raya
Disini, hari gaji merupakan hari "raya" karena akan ada banyak penjual dari berbagai daerah kumpul di Terusan 2 mengadakan "pekan, atau tamu" untuk menggelar dagangan mereka seperti hari raya. Dan kalau hari gajih, mau disuruh apapun mereka untuk berangkat sekolah tak akan ada yang datang. Tak ada.

Hari ini juga bisa dikatakan sebagai hari libur lokal, karena memang tidak ada yang bekerja. Yang ada hanya belanja dan menikmati hasil kerja selama satu bulan lamanya. Disepanjang jalan Terusan 2, akan berjejer banyak penjual dari makanan, pakaian, perabotan dan lainnya.

Saya hari ini akan mencoba melihat pekan. Tapi memang tidak ada yang memberitahu kalau pekan ini berlangsung dari pagi hingga malam tiba. Saya tahunya pekan ini akan dimulai sore. Jadi saya santai saja menunggu hingga sore hari.

Setelah maghrib, saya diminta untuk menemani Pak Bintang mengadakan rapat dengan orang tua. Saya iyakan, tapi dengan berat hati. Kenapa? wong hari ini akan ada pekan kenapa harus mengadakan rapat pada tanggal 7?

Tapi biarlah. Saya tetap mengantar untuk menuju ke Andamy. Sesampainya di sekolah Andamy, keadaan lingkungan sekolah masih gelap, padahal janjian pertemuan dimulai habis solat Magrib, sekitar 18.40. Tapi kondisi yang masih gelap mengharuskan saya menejemput Bu Aji. Selesai mengantar, saya pulang. Bu Aji saja sore tadi sudah mengunjungi pekan, masa saya belum. Biarlah mereka berdua rapat, saya mengobati penasaran ke Pekan bersama Pak Wawan.

Pak Wawan katanya baru 3 kali saja ke Pekan selama 2 tahun. Setelah berhasil mengajaknya, saya berangkat menuju ke Pekan. Disana sudah ramai. Mungkin kalau di Indonesia seperti "pasar murah", atau "pasar malam". Kami keliling, melihat-lihat, dan menemukan beberapa barang kecil. Saya hanya beli makanan ringan dan Temper Glass untuk HP OPPO, Pak Wawan membelinya untuk A5 yang barunya.

Akhirnya penasaran selama ini terobati juga. Meski tidak beli terlalu banyak, tapi toh ini akan menjadikan pengalaman pertama. Selesai keliling pekan, saya menjemput Pak Bintang. Kami minum-minum menikmati malam ini.[]

Wednesday, September 6, 2017

Mendapatkan Amanah dari BOS

Mengerjakan BOS

arifsae.com - Setelah sehari menikmati gaji, justru malah saya bingung mentransferkannya. Meski belum bisa tranfer kekeluarga, saya berusaha untuk mencari jalan keluarnya. Ada kendala pada internet banking saya. Harus dicari solusinya. 

Saya cari kontaknya memang ada kendala, tapi berkat bantuan dari Pak Aziz yang memang berprofesi sebagai petugas BNI, akhirnya internet banking dan token bisa digunakan lagi, dan tentunya siap untuk mentransfer ke bos besar.

Malamnya, ada kabar, kalau dan BOS akan secepatnya cair. Tapi tidak waktu dekat, mungkin 2 minggu lagi akan ke SIKK. Saya dikabari kalau Terusan 2 akan mendapatkan dana sebesar RM 20 ribu, mungkin kalau dirupiahkan sejumlah 60 juta.

Dana yang luar biasa besar. Tapi saya bersukur, masih ada Pak Wawan, yang membantu untuk menyelesaikannya. Karena disamping untuk mengajukan proposal RKAS, juga harus membuat laporan penggunaan dana bulan Januari dampai Agustus.

Malam ini, kami habiskan untuk melemburkan dana bantuan ini. Karena setelah bulan 10, Pak Wawan akan kembali ke Indonesia, artinya tidak akan ada lagi yang membantu saya, dan mandiri adalah pilihan utama. Semoga saya bisa belajar dan bisa menjalankan sistem manajemen sekolah yang sudah diletakan oleh Pak Wawan dengan baik.[]  

Tuesday, September 5, 2017

Makan Ayam di Kedai Baru, Menikmati Gaji Baru

arifsae.com - Tanggal 5 September 2017, menunggu gaji pertama sungguh menggugah makna. Di Group WA, rumor gaji sudah beredar kencang, ada yang bilang hari ini, ada yang mengatakan minggu ini. Banyak teman-teman yang mengeluhkan gaji yang terlambat datang, tapi memang kalau belum datang, kita bisa apa?

Biarkan gaji itu mengalir seperti air banjir, meski terdengar keruh, tapi siapa saja bisa terperosok kedalam kisruhnya. Lebih baik kita tunaikan kewajiban kita, yaitu mengajar. Mengajar kali ini ada di Terusan 2. 

Selesai mengajar, tiba-tiba pak Wawan mengajak ke Kedai untuk makan sore. Katanya pengen makan diluar. Karena bulan ini gaji tahap 6 memang sudah masuk dari lama. Disamping itu, kita sedang malas memasak, "ayo kita makan diluar lahh", saya jawab saja,"yuuu,yuuuu".

Mata ini liar melihat berbagai menu, tapi penjual menawarkan "paha" besar yang menggugah selera. Akhirnya kami pilihkan paha ayam itu, ukuranya yang besar pula membuat kami sempat hampir tak kuat menghabiskannya. Tapi dengan kekuatan dan ketlatenan akhirnya ayam itu habis juga.

Ayam Besar
Selanjutnya, setelah pulang kami duduk santai dikursi. Makanan yang telah saya nikmati juga sedang proese untuk menempati pos-posnya. Sambil duduk dan santai, saya buka WA, ada salah satu pesan menyontak mata, "Coba cek rekening, gaji sudah masuk".

Ini ekspresi 
Saya langsung cek, dan,,, ternyata benar. Gaji baru dilingkungan baru yang ternyata sudah masuk. Alhamdulilah, gaji 15 juta benar-benar sudah masuk ke rekening. Gembira, bersukur. Langsung saja saya laporan sama ibu, dan tentunya dengan bos besar untuk mentransfer bulanan. Semoga berkah.[]

Monday, September 4, 2017

Cuti Kemenangan Malaysia

arifsae.com - Pagi-pagi saya sudah dikejutkan dengan air dipenampungan habis. Tak tahu sebabnya, karena memang malam terasa masih sangat banyak. Sehingga ketika pagi hari kami ingin mandi, air yang ada di WC tinggal satu ember. Sempat panik, karena tanpa air kami tak bisa apa-apa.

Untunglah, ada cadangan air di Sekolah Humana yang persediaanya masih banyak. Niat awalnya ingin mandi di Sungai dekat rumah, tapi ternyata ada banyak orang-orang sedang mandi dan cuci baju. Karena memang hari ini libur, libur apa lagi? Hari ini libur karena kemenangan Malaysia menjadi Juara Umum di Sea Games 2017. Jadi dari hari Kamis hingga Senin sekolah libur. Ehmm, libur terusss...

Karena di Sungai sedang banyak orang. Akhiirnya saya gunakan juga cadangan air di Sekolah untuk mencuci dan mandi. Karena memang hari ini semangat untuk mencuci Jaket Baru. Ya pelan-pelan saja, karena airnya juga keluarnya tak besar seperti biasanya.

Anak-anak Datang
Ketika pekrjaan selesai, tiba-tiba anak-anak datang untuk praktek memasak cilok. Kaget juga, apa bisa? Yang biasanya mereka membuat makanan yang rasanya juga tak bisa rasa. Tapi biarkan mereka berkreasi. Kalau saya main tenis meja saja.

Main Tenis 
Saya dan Pak Wawan memang sedang asik-asiknya bermain Tenis Meja. Karena memang kami terget untuk menurunkan berat badan. Apakah sanggup? Saya pun tak mampu menjawabnya. Biarlah waktu yang datang dengan sopan ataukah dengan garang. Ahahaaa...

Puas bermain Tenis Meja dan makan cimol buatan anak-anak, yang sudah bisa diprediksi rasanya seperti apa. Tapi biarlah mereka berproses, karena memang butuh latihan sebelum benar-benar trampil membuat cilok.

Kami selesaikan sore ini dengan mandi di Kali, itung-itung balas dendam karena memang dari pagi hari tak bisa mandi. Sore ini keinginan itu terlampiaskan. Kami mandi bersama di kali. Karena malamnya, kami akan diundang untuk makan malam di Andamy oleh Tuan Hiu. Mungkin balasan tempo hari Tuan Hiu dijamu di Terusan 2.

Jalan Kaki ke Kali
Malam harinya, kami berangkat ke tempatnya Tuan Hiu, yang rumahnya memang sebelahan dengan Bu Aji. Karena motor kurang, kami memninta Fikar untuk mengantarkan ke Andamy. Saya dan Pak Wawan, Fikar berboncengan dengan Pak Bintang.

Kami sebenranya sudah ditunggu-tunggu oleh Tuan Hiu, makanya beberapa kali saya dihubungi Bu Aji untuk cepat datang. Kami sampai karena memang makanannya sudah siap semua. Ternyata memang benar, sudah siap dan hanya menunggu kami datang. Disana ada Bang Udin, seorang yang menjaga Gade pintu masuk Andamy.
Makan Bersama
Kenikmatan makanan buatan Bu Aji dan Mrs Tuan Hiu membuat malam ini menjadi lengkap. Kebersamaan ini terus dicandai dengan berbagai guyonan. Dan obrolan itu berlanjut meski telah selesai makan bersama. Kami ngobrol dengan Tuan Hiu hingga jam 21.00 kami meminta ijin untuk pulang. Karena memang sudah malam.[]

Kebersamaan 4 Masa dengan Siswa SMANDA Purbalingga

Mengajar pada Masa Tertentu

Sunday, September 3, 2017

Keliling Bandar Sandakan

Sandakan
arifsae.com - Kami memang sudah berencana untuk ke Sandakan. Orang-orang disini menyebutnya dengan Bandar. Karena memang Sandakan ini merupakan kota terdekat yang bisa dikatakan besard dan terdekat disini. Ada juga Telupid, tapi memang tidak sebesar Sandakan.

Pak Wawan memang berencana untuk pergi bersama menggunakan mobil sewa. Dari Zenal, mantan murid Terusan 1. Menurut Pak Wawan menyewa menggunakan mobil Zenal lebih enak, kalau semisal nantinya pulang malam. Tapi masalah pembayaran tetap kami profesional, setiap orang dikenakan biaya RM 50. 

Saya, Bu Aji dan Pak Wawan berencana untuk berangkat jam 09.00 pagi. Dan Zenal tepat waktu untuk menjemput kami. Tapi pagi-pagi, kami sempat berolah raga terlebih dulu, olah raga yang kami pilih adalah tenis meja. Karena memang baru diambil ketika net nya sudah diambil di rumahnya nana.
Perjalanan Ke Bandar Sandakan
Namanya juga baru pertama ke Bandar, dan sudah beberapa lama mendiami ladang. Jadi pemandangan kota besar merupakan pemandangan yang memanjakan mata. Perlajanan sendiri membutuhkan waktu sekitar 2 jam lebih. Untuk pakai mobil, jadi kami bisa mampir-mampir ketika melewati pantai. 
Sebelum Sandakan
Iya, sudah lama sekali tak melihat pantai. Terakhir jelas ketika ada Indonesia, tepatnya ada Pantai Menganti di Kebumen. Itulah pantai terakhir yang saya kunjungi sebelum ke Malaysia. Seperti melihat oase dipadang pasir. Indah. Kita nikmati pantai dulu meski sejenak.
Gaya Pantai
Setelah ke pantai, kami melanjutkan perjalanan. Tidak lama. Sudah sangat dekat. Dan memang perjalanan ditempuh dengan hanya 10 menit perjalanan. Karena mecet, kami jadi berjalan kaki. Menikmati keramaian ditengah kota Sandakan. Kota Sandakan merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Kinabalu di Sabah.
Berjalan Ditengah Keramaian
Jalan-jalan kami mulai dengan mencari ATM. Maklum saja, karena stok uang kami habis. Beberapa kali saya coba, tapi gagal, karena bantuan dari Pak Wawan lah akhirnya kami bisa mengambil uang yang tersisa di ATM. Lumayan untuk beli baju, bekas.
Ambil uang ATM
Tujuan berikutnya adalah menuju ke pusat belanja di Sandakan. Banyak piliihan yang ada disini. Mau barang baru, barang bekaspun tersedia. Jadi tinggal kekuatan uang kita. Kebetulan saya dipilihkan celana dan jaket bekas yang berkualitas, jadi saya beli langsung saja. 

Setelah pilih-pilih jaket, kami makan siang. Ketemu Bu Ana, dan temenya Pak Wawan yang memang sedang rekreasi dengan keluarga. Disana kita makan bersama. Pak Wawan juga membeli hape, katanya mau buat Haji Baso, seorang teman dari Terusan 1 yang ingin punya HP.
Mencari Baju
Selepas itu. Kami habiskan duduk-duduk sambil menikmati minuman. Ditengah asiknya menikmati minuman dan musik. Datang Pak Bintang dan kita melanjutkan makan-makan. Tak lama kami bergabung di Pantai Sandakan, menikmati sore hari asiknya menikmati matahari tenggelam. Saya ketemu lagi dengan Pak Juang dan kawan-kawan yang memang dari hari Sabtu kemarin sudah berangkat ke Sandakan terlebih dulu.
Mencari Pakaian
Menikmati sore hari dipinggir pantai seperti mendapatkan kenyamana jiwa karena terlalu lama terasing dirumah. Karena beramai-ramai, obrolan pun bercampur dengan canda tawa, bersama mereka. Ada juga orang dikanan dan kiri seperti heran karena kita menggunakan bahasa daerah kita masing-masing. 
Sun Seet

Malamnya, kita berencana untuk makan malam. Sebelum melanjutkan untuk pulang ke Terusan 2. Kami dapat pengalaman baru, juga dapat jaket dan celana baru tapi sayang bekas. Tapi biarpun bekas, barang-barang disini merupakan hasil barang ekspor. Puas rasanya. Setidaknya saya lebih dulu keluar ladang dan menuju ke Bandar dibandingkan dengan teman-teman yang sama sekali belum kemana-mana.[]

Saturday, September 2, 2017

Menjamu Tuan Hiu

arifsae.com - Hari ini kami sudah janji akan menjamu Tuan Hiu. Sebenarnya kami juga diundang tadi malam, karena kami sibuk memasak daging Kerbau, akhinrya kami memutuskan untuk mengundang Tuan Hiu, karena tak bisa memenuhi undangannya, jadi kami balas mengundang beliau untuk makan-makan dirumah kami.
Tuan Hiu dan Keluarga

Pagi-pagi langsung saja kami olah masakan daging Kerbau dengan berbagai variasi. Ada yang dirica-rica, ada yang dibuat santan, ada juga yang buat Soto. Proses matang belum datang, Tuan Hiu jam 10 pagi sudah datang. Kami sempat panik, karena banyak masakan yang belum matang. Tapi berkat kepiawean dan nekad kami, akhirnya selesai juga.

Akhirnya setelah bekerja keras, kami akhirnya selesai juga. Kami siapkan semua peralatan dan beserta hasil masakan. Hanya lesehan ketika menyantap makanan. Kami makan bersama-sama, kebersamaan begitu terasa. Tuan Hiu merupakan salah satu Tuan yang paling baik dan mau bergaul dengan para guru. 

Setelah semua selesai. Plong sudah hati ini. Kami istirahat sejenak. Karena sore ini saya diminta untuk mengatarkan Pak Bintang ke Monsok, tempat aslinya yang memang sudah lama ditinggalkan. Tapi disana barang-barangnya masih tersimpan rapi.

Pak Bintang akan pergi ke Sandakan. Karena mau jual HP Iphone 7 nya. Makanya saya diminta mengantar untuk ke Monsok mengambil dusbook. Sampai dirumah memang luar biasa panas, kondisi ini sedang sore hari, tapi sudah sangat panas. Apalagi siang hari, tak bisa dibayangkan, mungkin serasa diopen.

Selesai saya mengantarkan Pak Bingang ke Simpang Sapi untuk mencari kendaraan ke Sandakan. Saya akan menyusul besok.[]