Monday, November 6, 2017

Perjalanan Mengharukan || Hari Ke-91

Cheking Polis
arifsae.com - Pa Juang pagi-pagi sekali berangkat ke Airport, sekitar jam 3 pagi sudah meluncur, memang jadwalnya jam segitu. Saya tanggung, lanjut tidur saja. Sampai jam 7 saya harus menuju ke Inanam untuk segera menuju ke Terusan.
Menuju Ke Terusan
Sebelum pulang awalnya biasa saja. Banyak orang yang akan pulang juga, saya sempat melihat beberapa orang yang berdandan menor, termasuk ibu-ibunya. Tapi pikir saya biarlah.


Perjalanan biasa saja, seperti perjalanan kemarin-kemarin. Sampai ditempat Cheking Polisi. Memang tempat itu sering sekali, bahkan kalau lewat disitu, hampir dipastikan ada cheking.

Saya lihat ada beberapa orang yang diturunkan oleh Polis. Bisa dipastikan dia tidak berdokumen. Saya juga agak takut, karena pasport saya kan sedang diurus perpanjangannya, untung ada surat jalan dari konsulat, jadi aman.
Mereka di ambil Polis
Ternyata yang diturunkan tidak hanya satu, tapi ada 5 orang. Dan ternyata 5 orang itu yang tadi ketemu, yang sempat saya heran ko semenor itu dengan umur yang tak lagi muda, ditambah merokok pula.

Mengharukan memang. Kasian. Ada anak kecil juga. Sempat bus berhenti lama, karena maenunggu penumpang itu. Tapi memang tak bisa. Mereka berlima ditahan polis, tak bisa melanjutkan perjalanan. Saya juga tak tahu nasib mereka, katanya mereka akan dikurung dirumah merah, yang kemudian akan dideportasi.

Perjalanan yang mengharukan. Saya sampai di Gate Sapi 2, karena motor saya titipkan dirumahnya Bu Niki. Untung saja ketika saya turun langsung ada Pacik-Pacik yang mau kerumah, langsung saja saya ikut, jadi tidak perlu membuat repot Bu Niki.

Setelah pulang, dan sampai di Terusan dengan selamat. Anak-anak sudah menunggu, saya langsung saja menemui mereka. Mengajar ringan dan bercerita. Hari ini begitu melelahkan apalagi harus mempersipakan diri untuk Monev dari SIKK besok. Akhiri saja dengan tidur.[]


Lanjut Hari Ke-92 DISINI.