Thursday, August 18, 2016

Asal Nama Desa Karangpule

Kantor Kepala Desa Karang Pule
Desa Karang Pule merupakan Desa yang berada di sebelah barat Desa Karang Winong, sebelah utara  Desa Kramat, sebelah Selatan Desa Sokawera dan sebelah timur Desa Sambeng Wetan.
Sejarah Desa Dari Desa Karang Pule yaitu Dari Narasumber bernama Bapak Sanwirja (86) menyebutkan bahwa nama Desa Karang Pule diambil karena dahulu pada Desa tersebut banyak tersebar tumbuhan pohon Pule yang besar-besar dan kuat yang menjulang tinggi diberbagai tempat di Desa Karang Pule, dengan banyaknya pohon Pule ini warga desa menamakan desa ini Karang Pule, keputusan ini diambil karena untuk memberi pembeda atau keidentikan dari yang desa ini miliki yaitu pohon Pule. Sehingga nama Karang Pule Diambil dari nama Pohon Pule.
Bapak Sanwirja juga menyebutkan Nama Karang pule diambil karena dahulu banyak pendatang  yang datang  ke desa Karang Pule selalu dimuliakan oleh warga Karang Pule maksud dari memuliakan yaitu warga desa Karang Pule bersikap ramah , murah senyum, nilai toleransinya tinggi, intinya para pendatang akan diperlakukan dengan baik, sopan, tidak diperlakukan beda antara warga asli desa Karang Pule dengan warga pendatang. Sehingga nama Pule diambil dari kata memuliakan yang dalam bahasa jawanya yaitu memuleaken. Oleh karena itu juga nama karang Pule diberikan untuk desa ini.
Dari sumber Bapak Sanwirja (86) menyebutkan dahulu Desa Karang Pule sebenarnya memiliki wilayah yang belum cukup luas seperti sekarang. Bahkan dahulu desa Karang Pule terbagi menjadi dua blok yaitu Blok Karang Pule dan Blok Sengon, Blok Karang Pule ini wilayahnya dari perempatan yang terdapat masjid Al – Jihad ke selatan sedangkan Blok sengon wilayahnya dari perempatan yang terdapat masjid Al – Jihad ke utara. Pemberian Blok Karang Pule ini diberikan karena di blok Karang Pule ini terdapat banyak Pohon Pule.
Awal mula Desa Karang Pule memiliki wilayah yang cukup luas dan berdiri sendiri ini karena bantuan dari para pemuda zaman dahulu yang rela berkorban. Para Pemuda rela pergi ke Semarang karena pusatnya di Semarang untuk melebarkan wilayahnya Desa Karang Pule.
Dari Narasumber yaitu Bapak Sanwirja (86) menyebutkan dahulu dalam Blok Sengon ini yang memiliki brug atau tempat duduk – dudukan yang biasanya juga digunakan sebagai batas yang sekarang lebih dikenal sebagai brug Lengger. Bapak Sanwirja (86) menyebutkan nama ini diambil karena menurut bapak lurah dahulu menyatakan Desa Karang Pule memiliki indang atau kekuatan yang disebut Indang Lengger. Dari nama inilah menyebabkan Desa Karang Pule Setahun sekali atau beberapa tahun sekali harus mengadakan Pertunjukan wayang yang terdapat Lengger atau yang penyanyi wanita dalam pertunjukan wayang.
Narasumber juga menyebutkan bahwa desa Karang Pule harus menyediakan jarit lurik dan Baju Gadung dimaksudkan untuk sesaji di brug Nardi yang terletak di perbatasan Desa Karang Pule. Hal ini dimaksudkan karena agar tidak ada lagi  hal – hal yang tidak diinginkan seperti untuk menghilangkan para tlembuk atau para wanita nakal yang terdapat dalam Desa Karang Pule. Sehingga tidak ada lagi wanita yang nakal dalam Desa tersebut dan juga untuk yang dahulunya banyak orang gila yang terdapat di Desa Karang pule menjadi tidak ada lagi orang gila yang ada di Desa Karang Pule ataupun di Desa tetangga. Namun karena sekarang masyarakat sudah percaya adanya Agama sehingga kegiatan – kegiatan seperti tadi diharamkan dilakukan.

Sumber Referensi:
Wawancara langsung dengan Bapak Sanwirja (86) pada tanggal 16 oktober 2016 di Desa Karang Pule.
Reni Setianingsih, XI IPS 2 SMANDA 16/17