Saturday, August 19, 2017

Ketemu Wong Ngapak Lagi || Hari Ke-12

Masak Sotong
arifsae.com - Sejak saat disini, saya seperti dirumah sendiri, bagaimana tidak, ada temen serumah yang berasal dari Purwokerto. Kita sama-sama dari daerah ngapak, yang mempunyai gaya bahasa yang khas. Tentu saja dirumah saya dengan Pak Bintang juga menggunakan bahasa ngapak juga. Jadi benar-benar seperti tinggal di daerah sendiri.

Hari ini, hari Sabtu, hari yang digunakan untuk istirahat. Tapi bukan berarti istirahat makan. Tentunya tetap harus masak, Pak Wawan rencananya akan memasak sebuah mie instan. Malam-malamnya. Tapi karena gas habis, maka tentunya akan dihentikan. 

Paginya, kami harus membeli gas. Tidak semudah itu untuk membeli gas, karena kami harus keluar kejalan raya untuk membelinya. Biasanya mudah, cepat. Tapi ini berbeda, karena memang harus membawa gas 14 Kg.

Berangkatnya sudah berat, meski gas nya sudah kosong, ditambah ketika pulang yang gas sudah terisi penuh dan didepan ada kardus mineral. Belum lagi kami harus lewaji jalalan yang susah, karena memeilih untuk menerobos. Terbayang kan repotnya? 

Setelah kami selesai membali gas, saya akahirnya tingal santai dan siangnya saya dengar Pak Wawan akan menjemput Pak Juang. Guru tahap 6 yang akan datang kerumah kami untuk sekedar menumpahkan rasa kangen, maklum saja, disini ada beberapa guru yang memang tinggal sendiri. Jadi kami mencari teman untuk mengusir rasa sendiri. 

Tempat mengajarnya lumayang jauh, apalagi untuk berkendara menggunakan kendaraan bermotor, perjalanan saja bisa ditempuh hingga sampai 1 jam perjalanan. Pak Wawan menjemput Pak Juang sekitar pukul 10 pagi. 

Sesampainya dirumah. Logatnya langsung bisa terbaca, kalau dia juga dari kaum ngapak. Iya, memang Pak Wawan sebelumnya telah menceritakan kalau ada orang Purbalingga juga, yaitu Pak Juang sendiri. Kami bersalaman, "gelemen temen kerja adoh-adoh?"

Pertanyaan itu yang menjadi awal percakapan saya dengan Pak Juang. Seperti orang rantau lainnya, apabila ketemu dengan orang yang satu daerah serasa menjadi saudara. Itulah yang saya rasakan, kami langung terbalut dalam obrolan yang menyenangkan, tentu dengan bahasa ngapak.

Malamnya, kami semua memasak Cumi atau Sotong. Pak Wawan menjadi juru masaknya. Enak. Joss...kami merayakan malam minggu dengan bersantap sotong yang disantani. Ahh....Apalagi setelah itu kami nonton bioskop dirumah, sedap.
Bioskop Rumah
Malamnya lagi, sekitar jam 12 malam. Saya harus keluar lagi untuk menjemput Pak Bintang yang memang 2 hari ini berada di SIKK. Jalan yang sepi, gelap melewati Sawitan menjadi hal yang menakutkan. Pengalaman pertama keluar tengah malam. 

Mengerikan, tapi demi teman semua terlewati dengan aman. Lengkap sudah wong ngapak dalam satu rumah, ada 3 orang didalamnya. Berbeda dengan Pak Wawan yang berasal dari Sunda. Tapi itulah keindahan dirumah ini. []

Lanjut Hari Ke-13 DISINI.