Tuesday, September 19, 2017

Survey Ke Tawai, Persiapan Kemah yang Tak Mewah || Hari Ke-43

Pemandangan di Tawai
arifsae.com - Hari ini, saya dan Pak Wawan berencana untuk survey tempat Persami nanti. Ada 3 lokasi yang rencananya akan dijadikan tempat berkemah, pertama di Bawah yang berada di Telupid. Kedua di Bakung-Bakung dan terakhir pilihan ada di Andamy. Untuk Lokasi pertama, memang lumaan jauh, jadi kami harus menuju kesana pagi-pagi.

Kami menuju ke Tawai yang berada di Telupid menggunakan motor. Perjalanan yang membutuhkan waktu 1 jam lebih kami lalui dengan mampir dulu ke Pekan Telupid. Disana saya sempatkan untuk belanja dan makan pagi terlebih dulu, selain itu, belanja keperluan pribadi dan sedikit dari keperluan sekolah. 

Sempat juda saya ambil uang terlebih dulu. Makan yang khas menjadi idola ketika ke Telupid adalah makan di Saeful, Kedai makan yang dimiliki oleh orang Jawa Timur. Untuk rasanya, lumayan enak, rasa-rasa Jawa masih terasa dilidah, meskipun rasa Malaysia sudah mendominasi. Tapi cukup untuk mengisi perut yang kosong.

Selepas selesai di Pekan Telupid, jam sudah menunjukan pukul 12.00 lebih, kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Tawai. Tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu 30 meinit dari Pekan Telupid. Sesampainya disana, pemandangan indah tersaji, hutan yang masih asri jelas terlihat.
Memasuki Pintu Masuk
Sebelum masuk, saya tanya-tanya ke Petugas terlebih dulu. Dan ternyata disana serba membutukan biaya sendiri. Satu petak saja, kami harus membayar 10 RM Malaysia, belum lagi hari kedua. Jadi Setiap malam harus membayar. Aihh, mahal juga. Saya dan Pak Wawan memikirkan dulu, sambil berfikir, kami melihat-lihat situasi dan kondisi dilokasi Tawai ini.

Tidak lengkap rasanya kalau tidak mencoba mandi disini. Karena selain disediakan tempat untuk kemping, disini juga tersedia sumber air yang lumayan jernih untuk mandi-mandi, tidak sia-siakan, kami langsung mencoba beberapa lokasi mandi yang airnya sangat jernih.

Puas mandi, kami berencena pulang. Tapi seblum pulang, saya lihat Pak Wawan memperbaiki laporan revisi yang ditunggu oleh Bu Ari, selaku penangungjawab BOP dan Bu Siti selaku penanggungjawab BOS. Aih, entah bagaimana nasibnya nanti kalau Pak Wawan pulang. Dan itu sebentar lagi.

Hari sudah sore, waktu menujukan pukul 17.00, suasana mendung sangat terasa. Kami tetap putuskan untuk pulang, meski tahu, kondisi hujan pasti akan terjadi, dan kami tak bawa mantel. Benar saja, kami bertemu dengan hujan yang sangat lebat. Mengerikan. Tapi tetap saja kami lanjutkan perjalanan. Alhamdulilah, sampai juga dirumah dengan selamat, meskipun semua baju dan tas basah kuyup. Hari ini menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan untuk pengadaan Persami.[]

Lanjut Hari Ke-44 DISINI.

Saat ini berprofesi jadi BTW, Kadang jadi BLOGGER, yang pasti jadi TEACHER dan semoga jadi WRITER;)