Thursday, August 21, 2014

Asal Nama Desa Cipaku

Balai Desa CIpaku
Desa Cipaku terletak di Kabupaten Purbalingga, Kecamatan Mrebet. Desa Cipaku yang terluas di Kecamatan Mrebet. Di desa ini banyak situs-situs sejarah, diantaranya Curug Nini, Batu Lingga Yoni, Curug Cingongah, Telaga Bolangirit, dan Watu Tulis. Desa Cipaku menjadi salah satu desa tertua yang ada di Purbalingga. Jika dilihat dari namanya, ci yang berarti sungai dan paku yang berarti pedoman, maka berarti sungai yang menjadi tulang punggung kehidupan. Dilihat dari bahasa yang digunakan, penamaan Cipaku merujuk pada penamaan dari daerah Sunda. Jika dihubungkan dengan sejarah kebudayaan Jawa kuno, maka kata tersebut berasal dari Kerajaan Pasundan yang pada saat itu mengekspansi daerah Jawa sampai ke Purbalingga. Namun masyarakat Desa Cipaku juga tidak berlogat sunda. Ini menimbulkan asumsi lain bahwa Cipaku merupakan daerah yang istimewa baik oleh Kerajaan Majapahit ataupun Pasundan di jamannya. Memang banyak pertanyaan yang akan muncul, dan perlu ada penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut.
Di Desa Cipaku, ada satu wisata alam yang memberikan nuansa yang sejuk dan asri adalah curug nini. Curug Nini memiliki ketinggian hanya sekitar 10 meter dengan sebuah kolam yang cukup luas dibawahnya dan memiliki mata air yang mengalir ke kolam tanpa henti, membuat kolam tidak pernah kering meskipun musim kemarau datang. Kolam ini banyak dikelilingi Pohon Pandan, dan di apit oleh bukit-bukit yang berpohon rindang.
Kini air terjun ini lebih dikenal dengan sebutan yang keliru yaitu Curug Mini, mungkin karena bentuknya yang kecil jadi orang menyebutnya Curug Mini. Menurut penduduk Cipaku, yang benar adalah “Curug Nini”. Curug Nini merupakan bagian dari hulu Sungai Pingen. Air dibendung untuk irigasi. Berada di perbatasan Desa Pagerandong dan Desa Cipaku jadi dapat ditempuh dari dua arah. Di Desa Cipaku juga ada situs sejarah berupa Lingga Yoni. Untuk menuju keasna, arahnya dari Balai Desa Cipaku ke Selatan, lewat jalan desa. Di dukuh Bataputih ini terdapat dua buah Batu lingga dan yoni. Batunya bulat lonjong bagai telur. Situs ini berada di atas sebuah kolam penampungan air, masyarakat setempat menyebutnya Telaga Bataputih. 
Mata-airnya cukup besar dengan air yang jernih dan sejuk. Di samping situs ada dua buah pohon besar. Pohon yang satu karena usianya tua sampai berlubang, mirip pintu, dan dapat dimasuki orang dewasa. Jika telah sampai di balai Desa Cipaku ambil jalan kekanan melewati jalan tanah sekitar 200 meter. Keyakinan orang-orang Desa Cipaku sendiri rata-rata yaitu Islam. Kondisi alam di Desa Cipaku sendiri suasananya sejuk dan kondisi alamnya masih sangat asri karena tumbuhannya masih sangat terjaga dan lahan pertanian seperti sawah masih cukup banyak. Suhu udara di wilayah cipaku antara 23.20 °C – 32.88 °C dengan rata-rata 24.49 °C.  Penduduk sekitar sudah mulai menerapkan kehidupan yang modern namun ada juga yang masih lekat dengan adat tradisional dindingnya menggunakan bambu. Desa ini bertetangga dengan Desa Mrebet, Bojongsari, Patemon, Pengalusan, Binangun, Karangnangka. Sekian penjelasan dari saya tentang Desa Cipaku semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat.

Sumber Referensi:
Sumber melakukan wawancara dengan bapak Bambang pada 15 November 2016.
Indi Maratul Khasna, XI IPS 1 16/17 

Saat ini berprofesi jadi BTW, Kadang jadi BLOGGER, yang pasti jadi TEACHER dan semoga jadi WRITER;)