Tuesday, September 30, 2014

Asal Nama Desa Candinata

Kantor Kepala Desa Candinata
Candinata adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Candinata terdiri dari 12 kopak yaitu: Kopak Sirebut, Kopak Limpakpring, Kopak Munggangsari, Kopak Belokan, Kopak Penempang, Kopak Candinata (pusat pemerintahan desa/kelurahan), Kopak Karangmaja, Kopak Karangkedawung, Kopak Karangplak, Kopak Sambiasa/Ngambiasa, Kopak Pengabean, Kopak Karangpandan. Terdapat 24 RT dan 12 RW serta 5 dusun yang terdapat di Desa Candinata. Luas wilayah Desa Candinata 659.800 Ha yang terdiri dari tanah sawah tadah hujan seluas 42,371 Ha, tanah kering seluas 456,73 Ha, pemukiman penduduk seluas 134,805 Ha, tanah perkebunan rakyat seluas 123,00 Ha, dan tanah fasilitas umum yang terdiri dari lapangan seluas 0,700 Ha, perkantoran pemerintahan seluas 0,580 Ha, dan lainnya seluas 2,641 Ha.
Letak astronomis desa ini yaitu di garis lintang 7°17'53.60S dan garis bujur 109°17'28.50"T" dan letak geografisnya yaitu sebelah utara berbatasan dengan Desa Karangjengkol, sebelah timur Desa Bumisari (Kec. Bojongsari), sebelah selatan berbatasan dengan Desa Karangcegak, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Candiwulan. Kondisi alam Desa Candinata terasa sejuk sekali, karena masih alaminya desa ini. Terlihat masih banyaknya pohon-pohon yang tinggi dan curah hujan yang cukup tinggi pada musim penghujan. Di musim kemarau terasa cukup dingin pada malam hari sekitar 15-20 derajat celcius.
Kondisi ini akibat hembusan hawa dingin dari utara yang berasal dari Gunung Slamet (Gunung terbesar di Pulau Jawa). Untuk menjangkau desa ini anda memerlukan waktu kurang lebih setengah jam dari Kota Purbalingga, mulai dari Terminal Purbalingga naik angkutan kota merah nomor 9 (orang setempat menamai "kol abang nomer sanga"), kemudian turun di Kutasari atau bisa turun di Pasar tobong kemudian naik angkutan desa warna kuning ( kol kuning ), sampailah anda di Desa Candinata.Untuk sore hari sekitar jam satu siang keatas biasanya di Kutasari ataupun di Pasar Tobong anda akan sulit sekali menjumpai kol kuning, sehingga alternatifnya anda akan merogok kocek lagi sekitar Rp 3.000,- sampai Rp 5.000,- untuk sampai di Desa Candinata. Mata pencaharian terbanyak penduduk Desa Candinata adalah sebagai “penderes” (pemetik nira kelapa) selebihnya petani, pedagang dan buruh pabrik. Karena kondisi semacam inilah para kaum mudanya rata-rata merantau ke daerah yang lebih maju, kebanyakan dari mereka merantau ke Jakarta dan Bandung.
Dari beberapa sumber yang penulis cari, sejarah Desa Candinata lebih tertekan pada legenda dan mitosnya. Salah satu sejarah jaman purbakala yang bisa dijumpai di Desa Candinata, Kecamatan Kutasari yaitu terdapat peninggalan jaman batu berupa batu Lingga dan Gua Genteng. Lokasi berada di sebelah utara berbatasan dengan Desa Karangjengkol, sebelah timur berbatasan dengan Desa Bumisari (Kec. Bojongsari), sebelah selatan berbatasan dengan Desa Karangcegak, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Candiwulan. Dari namanya, “Candinata” konon bermakna candi yang ditata. Namun tidak sembarangan orang bisa melihat candi itu. Bangunan candi itu, lagi-lagi menurut cerita, hanya bisa dilihat oleh mereka yang memiliki indra ke enam. Jika Anda melihatnya secara nyata, sama sekali tidak ada bangunan candi tua di sana. Yang tampak hanya batu Lingga atau Menhir yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang.
Keberadaan batu Lingga menegaskan bahwa jaman dahulu kala, Candinata merupakan pusat peradaban purba. Selain itu, ada Gua Genteng yang lokasinya berdekatan dengan Desa Karangjengkol. Lokasi gua berada di lereng bukit yang terbentuk dari lelehan lava. Lokasi goa itu sulit dijangkau. Hanya ada jalan setapak satu-satunya yang berdampingan dengan jurang terjal. Menurut pitutur para sesepuh, konon Gua Genteng merupakan tempat pertapaan Raden Genteng berabad-abad silam. Wajar saja, jika hingga kini Gua Genteng kerap dijadikan tempat bersemedi mereka yang tengah memperdalam ilmu gaib.Begitulah sedikit sejarah mengenai Desa Candinata.

Sumber Referensi:
http://www.jemarigunungwuled.or.id/2012/11/jejak-purba-di-desa-candinata.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Candinata,_Kutasari,_Purbalingga
Dwi Yuni Indah Wulandari, XII MIPA 3 16/17

Saat ini berprofesi jadi BTW, Kadang jadi BLOGGER, yang pasti jadi TEACHER dan semoga jadi WRITER;)