Friday, February 13, 2015

Asal Nama Desa Kedungmenjangan

Tugu Masuk Desa Kedungmenjangan
Purbalingga memiliki 18 Kecamatan, dari 18 kecamatan itu, dibagi lagi menjadi 224 Desa, dan 15 Kelurahan, Desa Kedungmenjangan adalah salah satunya wilayahnya. Secara geografis, letak Desa Kedungmenjangan di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Bancar, ditandai adanya tugu atau semacam bangunan kecil yang dibangun di seberang SMK Karya Bakti, yang dahulunya menjadi SMK terbaik di Purbalingga, kemudian disebelah Selatan, berbatasan dengan Desa Bojong, disana juga diberi batas tugu atau semacam bangunan kecil sama seperti di Bancar, yang letaknya di seberang masjid, lalu disebelah Barat berbatasan dengan Desa Mewek, dan yang terakhir, berada disebelah Timur yang berbatasan dengan Desa Toyareja, di Desa Toyareja ini masih banyak persawahannya.
Desa Kedungmenjangan merupakan daerah yang bisa dibilang cukup strategis, ini dikarenakan Desa Kedungmenjangan merupakan salah satu daerah jalur provinsi yang berada di Purbalingga, jalur provinsi adalah jalur yang menghubungkan antar kabupaten atau kota dalam sebuah provinsi, jalur ini merupakan wewenang provinsi, jika jalur ini rusak maka yang lebih bertanggung jawab adalah Pemerintah Provinsi. Sebagian besar mata pencaharian di Desa Kedungmenjangan adalah sebagai petani, dikarenakan masih banyak persawahan di daerah ini.
Mengenai asal usul nama Desa Kedungmenjangan ini, ada kaitanya dengan asal usul Desa Mewek, Pada zaman dahulu ada seorang Raja bernama Ki Tepus Rumput, Ki Tepus Rumput adalah orang yang hidup pada zaman Kerajaan Cirebon, Ki Tepus Rumput diutus oleh Syekh Bakir untuk beranak cucu dan memajukan Pengalasan di wilayah Kulon.
Ki Tepus Rumput mempunyai binatang kesayangan, yaitu Menjangan atau sering disebut Kijang. Akan tetapi, pada suatu hari ada seorang anak kecil yang melepaskan menjangan tersebut, lalu Menjangan tersebut lari. Sehingga pada saat Ki Tepus Rumput ingin memberi makan Menjangan tersebut, Ki Tepus Rumput kaget karena Menjangannya sudah tidak ada di kandang. Dengan tidak adanya Menjangan tersebut, Ki Tepus Rumput lalu mengumumkan kepada semua warga, bahwa Menjangan kesayangannya telah hilang, dan Ki Tepus Rumput menyuruh semua warga untuk mencari Menjangan kesayangannya itu. Ki Tepus Rumput juga ikut mencari Menjangan tersebut, pada saat mencari, Ki Tepus Rumput berhenti sejenak di bawah Pohon Salak. Ketika Ki Tepus Rumput sedang beristirahat, Ki Tepus Rumput mendengar suara tangisan seorang anak dan tempat itu diberi nama Mewek karena kejadian tersebut. Lalu Ki Tepus Rumput melanjutkan pencarian Menjangan itu. Akhirnya Ki Tepus Rumput melihat Menjangan tersebut lari ke arah Kedung (Pusaran Air) dan terpeleset masuk kedalam kedung itu. Ki Tepus Rumput sangat sedih karena Menjangan kesayangannya telah mati dan masuk kedalam kedung. Sehingga Ki Tepus Rumput memberi nama tempat itu Kedungmenjangan.
Dan ada versi lain mengenai Asal Usul Desa Kedungmenjangan, dahulu kala, ada pemburu yang dari pagi mencari hewan buruan tetapi sampai sore dia tak dapat buruannya. Akhirnya dia beristirahat di sebuah sungai pada bagian yang dalam atau kedhung, dan dia bermalam disitu. Pada malam hari, dia mendengar suara seperti suara hewan, ternyata itu Kijang atau Menjangan. Dia mengejar kijang tersebut, karena ketakutan, kijang itu berlari sangat kencang sampai-sampai dia terjatuh kedalam sungai. Setelah kejadian tersebut pemburu itu menamakan tempat itu sebagai desa “Kedungmenjangan”. Demikian beberapa versi cerita asal usul Desa Kedungmenjangan.

Sumber Referensi:
http://albummapeltik.blogspot.co.id/2015/02/cerita-dari-kelas-viii-g.html., diakses tanggal 23 November 2016.
Zika Anung Aditya, Kelas XI IPS1 SMANDA 16/17