Saturday, March 21, 2015

Asal Nama Desa Kalikabong

Salah satu SD Negeri di Kalikabong
Desa Kalikabong terletak di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Desa Kalikabong bersebelahan dengan beberapa desa. Desa-desa tersebut yaitu Desa Babakan, Desa Blater, Desa Grecol, Desa Jompo, Desa Kalimanah Kulon, Desa Kalimanah Wetan, Desa Karangpetir, Desa Karangsari, Desa Kedungwuluh, Desa Klapasawit, Desa Selabaya, Desa Rabak, Desa Sidakangen, Desa Manduraga, Desa Karangmanyar, dan Desa Mewek. Desa-desa tersebut termasuk dalam Kecamatan Kalimanah. Desa Kalikabong merupakan desa penghasil bahan pangan yaitu penghasil tahu dan tempe. Desa Kalikabong memiliki luas kurang lebih 123,40 m2.
Menurut Bapak Budi, ketua RT 2 RW 1, Desa Kalikabong memiliki sebuah cerita tentang asal muasal dari Desa Kalikabong. Dahulu kala, Desa Kalikabong merupakan desa yang subur dan memiliki hasil pertanian yang bagus. Desa Tersebut dipimpin oleh seorang kepala desa yang tidak diketahui namanya. Di Desa Kalikabong, terdapat sungai yang panjang dan memiliki aliran air yang deras dan jernih. Masyarakat memanfaatkan sungai tersebut untuk kegiatan sehari – hari seperti mencuci, mengambil air untuk memasa, dan juga mandi.
Suatu hari, datanglah seorang pengelana yang datang dari daerah yang jauh. Ia berniat untuk menetap beberapa hari. Warga Desa Kalikabong menerima pengelana tersebut dengan baik. Warga memberikan tempat tinggal dan bantuan makanan serta beberapa helai pakaian. Karena melihat kebaikan dari warga desa, akhirnya pengelana tersebut memutuskan untuk menetap di desa tersebut. Pengelana itu lantas bekerja kepada kepala desa dan menjadi petani. Pengelana itu bekerja dengan giat dan penuh kerja keras. Semua pekerjaan diselesaikan dengan cepat dan baik. Melihat kinerja dari sang pengelana tersebut, kepala desa dan warga desa semakin menyukain pengelana tersebut.
Hingga suatu ketika, ada seorang warga yang tidak menyukai pemuda tersebut. Warga tersebut menganggap, pengelana itu hanya menumpang hidup saja di desa tersebut. Warga desa itu berusaha untuk mengganggu hidup si pengelana dengan rencana jahat. Awalnya, warga desa itu hanya mengejek pengelana dengan kata-kata yang kurang senonoh. Namun, pengelana tersebut tidak menanggapinya dan terus bekerja dengan giat. Warga desa itu terus saja mengganggu si pengelana tersebut. Lalu, warga desa itu mencoba untuk mencari cara lain.
Saat sore hari, saat pengelana itu selesai dengan pekerjaannya dan pulang kerumahnya, si warga desa itu merusak ladang yang telah di kerjakan oleh si pengelana. Esok paginya, saat akan melanjutkan pekerjaan di ladang, si pengelana tersebut terkejut karena ladang yang telah di kerjakan kini telah rusak kembali seperti belum dikerjaan. Begitu marahnya pengelana tersebut hingga mencari-cari si warga desa yang telah merusaknya tersebut. Karena amarahnya yang meluap-luap, pengelana menumpahkan minyak ke sungai yang selama ini menjadi tempat kegiatan warga untuk beraktifitas. Lalu, pengelana itu menyulut api dan sungai itu menjadi terbakar. Kobaran api itu seperti menandakan kemarahan dari si pengelana. Lalu, warga desa itu dilemparkan ke sungai tersebut dan hanyut entah kemana. Sejak saat itu, barangsiapa yang mengganggu warga lain maka akan mengalami musibah yang besar maupun  kecil, juga sejak saat itu pula desa itu disebut dengan Desa Kalikabong, yang berasal dari Kali=Sungai dan Kabong=terbakar, jadi Kalikabong berarti “sungai yang terbakar”.

Sumber Referensi:
Wawancara dengan bapak Budi ketua RT 2 Desa Kalikabong pada tanggal 20 Oktober 2016.
Diah Ayu Karina, XI IPS 2 SMANDA 16/17