Thursday, June 23, 2016

Asal Nama Desa Tetel

Kantor Kepala Desa Tetel dan Kepala Desanya
Desa Tetel terletak di Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Desa Tetel berbatasan langsung dengan Desa Pengadegan (Kecamatan). Tepatnya disebelah Selatan Desa Pengadegan, sebelah Utara berbatasan dengan Desa Pepedan, Sebelah Timur dengan Desa Tegal Pingen, dan sebelah Barat Desa Sidareja. Desa Tetel terbagi menjadi 3 wilayah Dusun yaitu: Dusun Bojong, Dusun Kubang Warak, Dusun Sekar Teja. Desa Tetel terdiri atas 13 RT dan 6 RW. Jumlah penduduk Desa Tetel berjumlah 2.726 jiwa yang terdiri dari laki-laki dengan 1.488 jiwa dan perempuan dengan 1.238 jiwa. Luas wilayah dari Desa Tetel adalah 344,975 Ha. Mata pencaharian penduduk utama adalah di bidang pertanian. Untuk menuju Desa Tetel dari pusat kota Purbalingga membutuhkan sekitar setengah jam pejalanan.
Daerah di Desa Tetel berkontur bukit, jadi di daerah itu banyak sekali jalanan menanjak dan menurun. Akibat dari daerah yang berbukit-bukit sehingga bisa dimanfaatkan menjadi daerah untuk camping bagi para pecinta alam. Mata pencaharian utama warga Desa Tetel adalah sebagai petani yang pada umumnya menanam tanaman Singkong, Jagung, dan berbagai tanaman pertanian lainnya. Hampir setiap bulannya pasti ada musim panen, entah panen Kelapa, Jagung, Ketela, Pepaya dan lainnya. Karena tanah di Desa Tetel yang subur sehingga memungkinkan untuk menanam segala jenis tumbuhan industri sebagai pemasukan utama warga Desa Tetel. Hal itulah yang membuat bidang pertanian menjadi mata pencaharian utama warga desa dan membuat warga desa menjadi mandiri.
Belum ada sumber sejarah yang jelas tentang Desa Tetel. Hanya ada sebuah cerita cerita yang turun-temurun dan diceritakan oleh warga desa. Tapi menurut cerita warga disana Desa Tetel berarti desa yang kelak menjadi desa yang padat oleh penduduk, dikarenakan wilayah Desa Pengadegan yang mulai padat dan penduduk beralih ke Utara yaitu Desa Tetel. Terbukti sekarang Desa Tetel menjadi desa yang sangat padat penduduk, dan sangat ramai. Di desa ini terdapat situs Grumbul Sekar Teja yang dipercaya akan menjadi pasar yang ramai suatu saat nanti, Pasar yang nantinya akan menjadi pusat jual dan membeli warga Kecamatan Pengadegan dan khususnya Desa Tetel dan sekitarnya. Pasar inilah yang akan menarik seluruh warga Desa Tetel dan seluruh warga Kecamatan Pengadegan untuk tinggal dan menetap di Desa Tetel.
Desa Tetel juga mempunyai nenek moyang pendiri desa ini, yaitu Mbah Manguntapa. Mbah Manguntapa merupakan tokoh masyarakat pada zaman dahulu yang dipercaya oleh warga Desa Tetel dan sekitarnya merupakan seorang yang mempunyai kesaktian dan tidak ada yang bisa menandinginya.Siklus pemakaman Mbah Manguntapa berada di komplek Pemakaman Depok Desa Tetel. Komplek Pemakan Depo merupakan komplek pemakan umum yang masih dijaga dan dirawat oleh warga desa sampai sekarang. Komplek Pemakaman Depok berada di dusun Bojong. Di komplek Pemakaman Depok ada jejak sejarah atau prasasti peninggalan, yaitu berupa 7 batu sedang yang letaknya pas untuk orang melakukan sujud. Batu yang paling depan mempunyai bekas dahi kepala, dua batu dibelakang ada bekas telapak tangan kanan dan kiri, dua batu dibelakang ada bekas lutut kanan dan kiri, dan dua batu dibelakangnya lagi ada bekas telapak kaki kanan dan kiri.
Konon pada jaman dahulu Mbah Manguntapa bersemedi dan menyepi disini, saking khususnya si Mbah Manguntapa tidak menyadari berapa lama dia bersemedi dan menyepi diatas batu itu, hingga akhirnya Mbah Manguntapa hilang secara misterius. Dan sampai sekarang belum ada warga yang menemukan Mbah Manguntapa. Dipercaya sosok Mbah Manguntapa sering terlihat pada malam-malam tertentu di Komplek Pemakaman Depok. Itulah mitos ataupun sejarah berdirinya Desa Tetel, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga.

Sumber Referensi:
Dwi Agung Arrosyiid, XI IPS 2 SMANDA 16/17