Tuesday, November 8, 2016

Asal Nama Desa Selabaya

   
Kantor Kepala Desa Selabaya
    Desa Selabaya merupakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Purbalingga, khususnya Kecamatan Kalimanah. Sekarang desa ini dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang bernama Ibu Sri Pangestu atau biasa di panggil Bu Ipang.
        Dahulu kala di pinggir kota Purbalingga berdiri kerajaan yang amat megah bernama Kerajaan Sela. Raja Sela mempunyai seorang putri yang konon katanya memiliki wajah yang sangat cantik. Ia bernama Sesetya. Dan ia biasa dipanggil Putri Setya. Bukan hanya cantik wajahnya saja, tetapi hatinya pun cantik, sehingga banyak laki-laki yang ingin meminangnya untuk dijadikan istri. Namun belum ada satupun laki-laki yang bisa menarik perhatian Putri Setya. Dan Putri Setya menolak laki-laki yang mencoba untuk mendekatinya.
        Suatu hari, Putri Setya yang sedang duduk dan merasa jenuh mengajak dayang-dayangnya untuk pergi berjalan-jalan sebentar untuk menikmati udara diluar. Tiba-tiba pada saat Putri Setya berada di pelataran, ia teringat akan larangan ayahnya, yaitu Raja Sela melarang agar tidak pergi ke belakang kerajaan yang sejak dulu sudah di pagari dengan bambu yang kokoh dan tinggi yang kini hanya tampak semak-semak belukar menyelimuti pagar bambu itu. Sejak kecil sampai sekarang ini, Putri Setya sangat patuh terhadap orangtuanya, apalagi kepada ayahnya. Namun pada suatu hari Putri Setya merasa sangat jenuh, dan ia berfikir untuk melanggar perintah ayahnya yang sejak dulu selalu dipatuhinya. Kemudian Putri Setya kembali ke kamarnya dan memikirkan tentang bagaimana caranya agar ayahnya tidak mengetahui niatnya itu. Puti Setya meminta ditemani dayang-dayangnya. Mereka pun sempat menolak namun apadaya mereka hanya seorang dayang yang harus patuh kepada majikannya.
Kemudian Putri Setya beserta dayang-dayangnya tersebut mencoba untuk menyelinap untuk pergi ke belakang kerajaan dan dengan dibantu oleh dayang-dayangnya, Putri Setya memanjat semak belukar yang amat tinggi itu. Ia terkejut, ternyata dibalik pagar rahasia itu mengalir sebuah sungai yang amat jernih. Ia pun langsung melompat pagar dan menghampiri sungai itu untuk merasakan kesegarannya. Ketika ia menyeburkan diri kesungai, ternyata ada seorang laki-laki tampan yang sejak tadi mengamatinya. Lelaki itu mendekati sang putri karena kagum akan kecantikannya, begitu juga dengan sang putri, ia kagum akan kegagahan lelaki itu. Tanpa berkata apapun, sang putri bersama dayang-dayangnya pergi begitu saja. Sesampainya di kerajaan, sang putri langsung menuju kamar tanpa menghiraukan pertanyaan ayahnya. Ia terus membayangkan wajah lelaki itu.
Pertemuan mereka pun berlanjut. Mereka saling berkenalan dan lelaki itu ternyata adalah seorang pangeran yang bernama Pangeran Sabrang. Hubungan mereka manjadi sangat dekat. Tak disangka, ayah pun mendengar hubungan mereka dan ayah marah bahwa gadisnya berhubungan dengan anak musuh bebuyutannya yaitu Raja Sela. Ia melarang putrinya untuk berhubungan lagi dengan Pangeran Sabrang.

Suatu hari, ketika pangeran merasa khawatir akan keadaan sang putri, ia bertekad menyelinap masuk kerajaan untuk menemui dan membawa pergi sang putri. Tekad tersebut berhasil dilakukan. Kemudian sang raja atau ayah dari Putri Setya mengetahui hal tersebut, ia pun murka dan menyerang kerajaan baya. Kedua kerajaan pun berperang di tengah derasnya sungai pertemuan Putri Setya dan Pangeran Sebrang. Dan kejadian tersebut diberi nama selabaya dan kemudian di bentuklah desa yang bernama SELABAYA.

Sumber Referensi:
Afifah Neli Widayanti, XI IPS 2 SMANDA 16/17