Wednesday, December 7, 2016

Asal Nama Desa Selabaya

Balai Desa Selabaya
Desa Selabaya adalah desa yang terletak di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Desa Selabaya memiliki letak yang strategis, dikarenakan letaknya yang dekat dengan pusat kota, pasar, maupun SPBU. Selain itu, Desa Selabaya juga terletak dekat dengan sekolah-sekolah ternama di Purbalingga, seperti SMK Negeri 1 Purbalingga, SMK YPT 1 dan lainnya. Saat ini Desa Selabaya sudah banyak dibangun perumahan-perumahan. Berikut asal mula nama Selabaya yang penulis susun, sumber yang penulis cari dari wawancara dan internet.
Desa Selabaya dahulunya merupakan nama sebuah kerajaan yaitu Kerajaan Sela dan Kerajaan Baya. Dua kerajaan itu masing-masing memiliki anak. Kerajaan Sela memiliki anak perempuan yang cantik bernama Sesetya, tak hanya cantik rupa tetapi Sesetya juga cantik hatinya. Suatu hari, Putri Sesetya merasa jenuh dan ingin berjalan mengelilingi halaman kerajaannya, namun dia teringat pesan ayahnya yang melarangnya untuk pergi ke belakang kerajaan yang sejak dulu dipagar dengan bambu kokoh dan tinggi, Putri Sesetya terkenal patuh pada perintah ayahnya, hingga suatu hari Putri Sesetya merasa jenuh dan sampai berfikir untuk melanggar larangan ayahnya. Dia pun berpikir bagaimana agar niatannya tidak diketahui oleh sang ayah, Putri Sesetya pun meminta ditemani para dayang-dayangnya. Para dayang sempat menolak, namun apa daya jika majikan sudah berkehendak, dan akhirnya Putri Sesetya pun mendapat ijin para dayang sehingga mereka meyelinap masuk ke halaman belakang kerajaan. Lalu Putri Sesetya pun melompat melewati pagar tembok itu.
Putri Sesetya pun amat terkejut saat melihat apa yang ada di balik pagar bambu itu, ternyata ada sebuah sungai nan jernih dan akhirnya sang putri mendekat untuk merasakan segarnya air sungai itu. Tak sabar putri pun menceburkan diri ke sungai tersebut, namun putri merasa sedang ada yang mengamatinya, tanpa sadar ternyata ada seorang laki-laki tampan yang memang sedang mengamatinya.
Laki-laki itu kagum akan kecantikan Putri Sesetya, tanpa berkata Putri Sesetya pergi meninggalkan lelaki itu. Sesampainya di kerajaan, sang putri bergegas masuk ke kamarnya agar tidak diketahui oleh ayahnya, sang putri terbayang-bayang akan wajah lelaki itu. Pertemuan mereka pun berlanjut dan ternyata lelaki itu merupakan seorang pangeran yang bernama Pangeran Sabrang. Hubungan mereka pun semakin dekat dan akhirnya tercium oleh ayahnya, sang ayah marah karena anaknya menjalin hubungan dengan anak Raja Baya yang menjadi musuh bebuyutannya, sejak itu Putri Sesetya dikurung didalam kamar. Ternyata pagar bambu itu merupakan batas antara dua kerajaan itu, setiap hari Pangeran Sabrang selalu menunggu Putri Sesetya di sebuah batu besar dipinggiran sungai tersebut.
Hingga suatu hari pangeran menunggu putri yang tak kunjung datang, pangeran pun khawatir dan pada suatu malam saat para penjaga terlelap sang pangeran menyelinap masuk kedalam kerajaan. Pangeran mendengar isak tangis dari Putri Sesetya, tanpa ragu pangeran pun menyelinap masuk kedalam kamar sang putri. Pangeran membawa sang putri pergi, dan keesokan harinya Raja Sela menyadari bahwa putrinya tak ada di kamar. Raja Sela pun murka dan menyerang Kerajaan Baya, pada saat peperangan berlangsung, datanglah Putri Sesetya bersama Pangeran Sabrang. Raja Baya mengetahui hubungan anaknya bersama putri dari musuh bebuyutannya, akhirnya Raja Baya murka. Dan mengarahkan anak panahnya ke arah Putri Sesetya, dengan sigap Pangeran Sabrang melindungi Putri Sesetya. Akhirnya pangeran Sabrang terkena anak panah itu dan jatuh kedalam sungai perbatasan dua kerajaan tersebut, sungai itu pun berubah menjadi merah darah. Sejak itu daerah tersebut dinamakan Kalimanah, dan nama Selabaya merupakan nama gabungan dari dua kerajaan tersebut “Sela” dan “Baya”.

Sumber Refrensi:        
ganesha50.blogspot.co.id/2012/02/asal-usul-kalimanah.html?m=1, diakses tanggal 22 Oktober 2016.
Wawancara dengan Ibu Ekowati Setyaningsih, pada tanggal 24 Oktober 2016.
Wawancara dengan Bapak Agus Setyo Adi, pada tanggal 24 Oktober 2016.
Riko Nur Hudha, XI IPS 1 SMANDA 16/17

Saat ini berprofesi jadi BTW, Kadang jadi BLOGGER, yang pasti jadi TEACHER dan semoga jadi WRITER;)