Monday, December 18, 2017

Selamat Datang Pak Ketua Tahap 8 || Hari Ke-133

Sandakan Group
arifsae.com - Pagi ini rencananya teman-teman Sandakan akan berkumpul. Tentu saja maksudnya akan mengambil pasport dari  Pak Fakhri, ketua tahap 8. Sebelum menjemput Pak Fakhri sore hari, kami mencari bahan makanan dulu. Jengkol yang tadi malam masih tersisa masih menjadi menu utama.

Siang jam 11, saya menjemput Pak Majid dari Andum yang sudah menunggu di Simpang Sapi. Dia sebenarnnya masuk CLC wilayah Kinabatangan, tapi wilayah yang ditempatinya masuk Sandakan. Ini pertama kalinya dia datang ke Terusan, dulu ketika berangkat kami sebenarnya pernah satu kamar di Jakarta.
Pak Majid Pertama Kali
Siang harinya kami berbincang panjang lebar, dan sempat juga main tenis meja. Saya lihat Pak Majid ini memang jago, dia bahkan menggunakan tangan kirinya untuk menghadapi kami. Andai saja ada kompetisi antar guru, mungkin dia bisa menang.

Sore hari, kami semua menuju ke Simpang Sapi menjemput Pak Fakhri, tapi hujan yang lumayan besar mengakibatkan kami untuk mengankan diri di Benkel Borneo. Tidak jauh dari Simpang. Kawan-kawan yang lain juga sudah mulai berdatangan, seperti dari Gum-Gum, Kiabau, dan lainnya.
Menunggu di Bengkel Borneo

Karena hujan besar, kami akhirnya bersepakat untuk makan bersama di Al-Kafi. Bu Aji memang tidak jadi dijemput, karena hujan lebat. Tapi nanti Bu Ana akan bermalam dirumahnya. Kami bercengkrama dan bercerita banyak hal, Pak Ketua juga mulai menjelaskan berbagai hasil kerja dan menyerahkan pasport yang sudah ditunggu-tunggu itu.

Sandakan Group akhirnya berkumpul juga, hanya Bu Aji dari Andamy dan Bu Evo dari Nusantara yang tidak bisa hadir. Kami makan hingga menunggu hujan reda, tidak mungkin bisa menerobos hujan karena kami tidak menggunakan mantel.

Pak Ketua akan bermalam di Terusan, selamat datang Pak Ketua. Ia bertugas di Tawau, tepatnya di CLC Pegagau. Dan kawan-kawan yang lain juga bermalam disini, jadi sangat ramai. Disini Pak Ketua banyak bercerita. 

Banyak hal. Termasuk kasus-kasus yang menimpa kawan-kawan yang lain. Sekedar untuk dijadikan pelajaran bagi kami, agar tidak terjebak pada masalah yang sama. Jam 12 malam baru cerita dan obrolan kami terhenti, untuk beristirahat.[]


Lanjut Hari Ke-134 DISINI.