Monday, January 29, 2018

Mengajarkan Dasar Negara || Hari Ke-175

arifsae.com - Pagi-pagi rencananya saya mau memasak, mumpung bahan makanan masih tersedia banyak. Disamping itu juga ada Pak Bima yang tadi malam bermalam. Jadi sekalian memaskan tamu satu ini. Tapi ternyata dia mau pulang ke Jebawang. 

Bahan makanan yang sudah saya siapkan harus dilanjutkan. Akhirnya saya lanjutkan memasak. Masak kali ini menunya lengkap. Ada kerupuk, sambal, sayur dan ikan yang kemarin sudah saya dapatkan dari hasil memancing di Sungai Telipok. Sayang Pak Bima pergi, coba kalau ada, bisa makan masakan mantap saya ini. Biarlah, jadi biar saya sikat sendiri.
Makan Lengkap Versi Saya
Nikmat. Nikmat sekali maskan saya. Kan masakan sendiri. Jadi ya harus dinikmati. Hasil mancing sendiri, hasil olah sendiri. Pokoknya luar biasa nikmat. Selesai makan bingung mau ngapa? Tidak ada kegiatan. Mata ini pun lelah untuk menghadap laptop terus. Jadi mari bermalas-malasan sambil menunggu belajar.

Jadwal hari ini di Terusan 2 saja. Anak-anak sudah bersemangat menunggu. Hari ini terlihat berbeda, anak-anak semua lengkap. Tidak biasanya mereka semua berangkat. Biasanya ada anak yang hanya berangkat pada moment-moment tertentu saja.
Mari Belajar
Tapi kali ini berbeda, semuanya berangkat. Jadi, mari lanjutkan untuk belajar. Sebelum belajar, seperti biasa saya tagih untuk mengumpulkan puisi yang sudah saya kasihkan tugas untu dikerjakan dirumah. Untung saja mereka sudah mengerjakan, kalau tidak bisa saya kasih hukuman. 

Tujuannya untuk mendorong mereka untuk lebih semangat untuk mengumpulkan puisi. Karena target kita adalah membuat antologi puisi untuk mereka. Minimal satu buku sebelum mereka lulus. Meski siswa Terusan 2 tidak terlalu banyak, tapi semangat mereka patut di acung jempol.

Selesai mengumpulkan puisi, kini melanjutkan belajar. Belajar kali ini temanya tentang UUD dan dasar negara. Ada yang lucu, ada yang aneh. Lucu karena ada yang tertukar-tukar membacakan Pancasila, anehnya ada juga yang tidak hafal Pancasila. Semuanya butuh proses, tapi yang terpenting adalah kesabaran. Untuk mereka, untuk masa depan meraka.[]
Lanjut Hari Ke-176 DISINI.