Thursday, April 5, 2018

Bertemu Polis, Sudah Biasa || Hari Ke-241

arifsae.com - Jadwal hari ini mengajar di Andamy. Seperti biasa, saya ke sana jam 7.30 pagi. Disana akan persiapan senam pagi, saya tidak mau ikut. Hanya menonton saja, malu. Pelajaran kali ini olah raga, yang membedakan kelas 4 ikut. Biasanya hanya kelas 5 dan SMP saja yang ikut.
Mereka Kelas 4 dan 5
Proses pembelajaran kali ini juga kelas 4 di ikutkan ke kelas saya. Mungkin Bu Aji lelah, jadi meyerahkan kepada kelas saya. Tidak apa-apa, meski mereka ramai, tapi mereka agak takut dengan saya. Mungkin karena cerita dari Bu Aji yang selalu menaukut-nakuti sesuatu dengan nama saya. Jadi sampai sekarang, kalau mereka nakal, sebut saja nama saya, langsung aman.


Selesai mengajar di Andamy, hari ini rencanaya akan ke Terusan 1. Meski jam 1 baru ke sana, tapi kami ke Terusan 2 terlebih dulu untuk istirahat. Di tengah jalan, ada kejadian menegangkan. Beremu Polis Diraja Malaysia. Seperti biasa, Bu Aji panik, takut, dan menciut. Seperti biasa juga, saya berusaha menenagkan. Benar saja, kami di hentikan, "Mau kemana?"

"Mau ke Terusan 2, kami Cikgu." Setelah mendengar kata Cikgu, perlaukan Polis sedikit melunak. Malah banyak pertanyaan muncul, seperti siapa yang gaji, mengajar dimana, dan lainnya. Mereka hanya mengingatkan plat nomor yang sudah jatuh beberapa nomor. Dan saya sanggupkan untuk membetulkannya. Kami dipersilahkan melanjutkan perjalanan dengan senyuman.
Masjid Al Muhajirin Terusan 1
Jam 13.30 baru kami melanjutan ke Terusan 1. Di sana sudah ada anak-anak, yang siap teriak-teriak juga. Keramaian selalu saja tersaji disini. Tidak pernah terlepas dari mereka. Gara-gara mereka, saya jadi tahu arti anak yang susah diajak belajar. Dasar dari awal mereka tidak diberikan pelajaran yang layak, jadi imbasnya kebelakang seperti ini.

Selesai dari Terusan 1, kami melanjutkan perjalanan. Seperti biasa, makan dulu di Al Kafi untuk mmengistirahatkan badan yang seharian kerja. Nikmat sebernaya. Karena kerja disini sama seperti tidak kerja, tapi saya bersyukur diberikan tanggung jawab untuk berkenalan dan mengantarkan mereka mengenal pendidikan.
Gate Terusan 2
Saya sudah ditunggu Nana di rumah, katanya orang-orang yang akan mengikuti tes kesetaraan akan datang ke rumah. Saya bersama Bu Aji meluncur ke rumah untuk menemui mereka. Untuk memanggil mereka sebenarnya susah, seperti saya saja yang butuh, padahal mereka yang akan ikut tes, mendaatkan ijazah dan gratis pula.

Tapi seolah mereka tidak terlalu memperdulikan hal itu. Sampai-sampai saya yang seperti orang mengemis-ngemis meminta foto dari mereka. Sesamapinya di rumah, ada Fikar dan Faisal sudah menunggu. Nana juga sudah memanggil beberapa orang. Kami melakukan sesi foto untuk persiapan ujian.[]
Lanjut Hari Ke-242 DISINI.