Friday, May 4, 2018

Berburu Infinity War di Bandar || Hari Ke-270

arifsae.com - Menyelesaikan administrasi secepatnya pagi ini, kalau selesai, hari ini rencananya akan ke bandar bersama Pak Majid. Tapi dengan syarat semua administrasi terselesaikan semua. Makanya, saya ngebut pagi ini. Pokoknya siang ini harus selesai, semuanya.

Akhirnya dengan usaha yang keras, padahal cuma tangannya aja yang usahanya keras, semua selesai jam 10.30. Jam 11 pagi ini, saya ke Andamy, tapi Bu Aji belum siap. Niatnya mau langsung ke Simpang sapi, tapi karena belum siap saya pulang dulu. Tanggung, habis Sholat Jum'atan dulu.
Bulatan Simpang Sapi
Bu Aji sebenarnya mau ikut ke bandar, tapi karena beberapa petimbangan akhirnya dia memilih besok saja. Jadi hari ini tugas dia adalah mengantar ke Simpang Sapi. Untuk bekal tenaga, saya makan dulu di Al Kafi bersama Bu Aji, karena kali ini dia yang mengantar saya yang mentraktir. Biasanya gantian seperti itu.

Siang hari ini panas, seperti biasa. Saya menunggu Bus Mini disebelah tempat tuggu jurusan ke Kota Kinabalu, karena di samping tempat tunggu ke Bandar Sandakan sangat panas. Pemandangan kali ini di Simpang Sapi sudah sangat berbeda, sudah banyak bendera partai, jadi terlihat ramai. Setelah menunggu, akhinrya ada orang yang menawarkan. Saya langsung mau, tidak pikir panjang. Karena dari tadi tidak ada bus lewat.
Sopir Bus Mini
Di jalan, saya banyak bercerita dengan orang yang memberi tumpangan itu. Ternyata dia "Om", alias orang Timor yang merantau di Sabah. Panggilan Om ini memang familiar digunakan untuk menyebut orang-orang Timor. Dia berasal dari Mayvin, yang ternyata kenal dengan guru-guru CLC Gamore, termasuk dengan Pak Juang.

Karena mereka tidak sampai pusat bandar, saya diturunkan di Batu 4. Aduh, ini pertama kali saya di turunkan disini, biasanya langsunga sampai di bandar. Katanya, keluarganya ada yang sakit di RS Sandakan, dan letaknya di Batu 4. Makanya saya diturunkan di halte bus, disuruh menggunakan bus. Bingung, karena tidak pernah pakai bus mini. Tapi tetap harus di coba.
BN di Sandakan
Saya di turunkan di halte, membayar RM 15. Melihat sekeliling halte, ada anak-anak sekolah. Saya tanya mereka, arah bus ke Bandar. Karena mereka akan menaiki jurusan bus yang sama, mereka mengajak nanti menaiki bersama. Syukurlah. Katanya bayarnya cuma RM 2 saja. Murah. 

Tidak membutuhkan waktu yang lama, saya diturunkan di terminal bus kecil, dekat dengan markas Angkatan Laut Malaysia. Saya harus jalan kaki dulu unutuk menuju ke doby, bertemu dengan Pak Majid yang sedang mencuci baju. Dia memang seperti itu, selalu saja mencuci baju di bandar. Mungkin malas mencuci di rumah, sama juga si.

Hari ini kebetulan ada film baru, Avangers: Infinity War. Film besutan Marvel Comics ini berkisah tentang seorang penjahat bernama Thanos yang mengumpullkan batu-batu atau Infinify Stones untuk menjadikan syarat dirinya "sempurna". Jelas film ini menghadirkan perang yang seru. Saya menonton film ini bersama Pak Majid, dan benar juga. Luar biasa mantap.

Membeli Cilok menjadi kegiatan berikutnya. Sambil menikmati pantai, duduk-duduk dan melihat keindahan Sun Set Pantai Sandakan. Di sini juga bendera sudah sangat banyak, jelas saja, pemiliu raya akan dilaksanakan pada 8 Mei 2018 esok lusa. Agendanya besok akan saya rapatkan pembuatan cerpen Sandakan, semoga banyak yang datang, kali ini istirahat di hotel City Star menjadi lebih menarik.[]
Lanjut Hari Ke-271 DISINI.