Wednesday, August 1, 2018

CLC Terakhir Datang || Hari Ke-327

arifsae.com - Acara dimulai jam 08.00 pagi, tapi saya baru siap-siap. Ini gara-gara menunggu Pak Tria, katanya mau berangkat bareng. Padahal waktunya sudah terlambat, namun kata ajaib yang selalu dia ucapkan membuat hati ini tenang, "Slow," begitu katanya.

Jam 09.00 baru saya bersiap-siap untuk ke SIKK. Saya meninggalkan Pak Juang yang sepertinya masih nyenyak, dan terlelap dengan mimpi-mimpinya. Biarkan dia, yang terpenting urusan administrasi hotel sudah saya bereskan.
Acara di Mulai
Di group saya di cari-cari karena belum tanda tangan kehadiran, jadi harus buru-buru. Sesampainya disana, benar, ternyata CLC saya merupakan yang terakhir belum tanda tangan. Acara memang sudah mulai, saya langsung mengikuti acara yang sudah tertinggal itu.

Acara kali ini mengenai RAB dan keuangan lainnya. Bagi CLC yang masih belum beres, CLC nya harus mengumpulkan dan menyelesaikan segala tanggungan. Namun bagi yang sudah oke, semua aman. Saya termasuk yang oke, jadi hanya duduk manis saja.
Pak Bil dan Busro dari Lembah Danum
Karena pekerjaan sudah selesai dari kemarin, saya hanya duduk santai dan sesekali mengobrol dengan kawan-kawan. Saya memilih untuk ke Kantin SIKK saja, disana ada Pak Bil dan Pak Busro.

Banyak kabar mengejutkan dari mereka, kalau di daerah Lahad Datu memang banyak orang Suluk atau orang Filipihina. Kabar kawan-kawan yang akan dipindahkan ke Felda Estate ini menjadi bahan obrolan. Tempat itu menurut kabar memang menantang.

Dan ada kawan dari tahap kami yang akan dipindahkan kesana. Padahal tempatnya sebenarnya bagus, hanya ada gangguan-gangguan sedikit. Dan masalah itu belum ada solusinya. 
Pak Didib dan Pak Tria
Terbaik saja untuk kawan-kawan, tidak masalah di tempatkan dimana saja. Acara selanjutnya dilanjutkan setelah rehat Ishoma, bahasannya masih sama saja. Tentang keuangan, dan semuanya sudah saya selesaikan. Acara selesai jam 16.00 sore.

Saya mencari kamar guru-guru yang membuka kamar sendiri, ada Pak Tria disana. Saya menyusul untuk mencari tempat tidur dan tidak terlalu ramai disana. Lanjut datang ada Pak Zamroni, Pak Didib dan Pak Imam yang akan ikut tidur disini. Perbincangan masih seputar JAIM 5, terutama mengenai lokasi yang sudah dilarang.

Ada juga kawan-kawan yang ingin berlajar menulis dan membuat blog, saya dengan senang hati membarikan masukan. Bahkan membuatkan mereka blog. Katanya ingin belajar menulis, kata saya simple, "Menulis itu seperti latihan lari, kita harus latihan rutin, pelan-pelan hingga berani berlari maratho, jangan sampai kita tidak pernah latihan lari, namun ingin berlari marathon. Mati sebelum berkembang.[]
Lanjut Hari Ke-328 DISINI.