Tuesday, May 12, 2015

Asal Nama Kembaran Kulon

Balai Desa Kembaran Kulon
Kembaran kulon berada di Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kembaran kulon merupakan daerah yang cukup starategis untuk di lalui berbagai kendaraan. Banyak yang belum mengetahui sejarah tentang desa kembaran kulon. Berikut cerita sejarah dari rakyat setempat.
Pada zaman dahulu, ada dua orang kakak beradik yang bernama Maon dan Ngeneng, mereka tinggal pada suatu daerah.Maon adalah seorang laki-laki yang memiliki benda pusaka berupa “kantong macan” sedangkan Ngeneng adiknya adalah seorang perempuan.Mereka hidup di suatu desa yang belum di beri nama. Mereka mengembara dan berjalan mencari pemukiman yang cocok untuk mereka tinggali. Suatu saat mereka menemukan sebuah tempat yang dialiri oleh sungai yang tidak terlalu besar tetapi deras arusnya.Mereka lalu menetap di situ.
Setelah beberapa lama tinggal di tempat itu, lalu datanglah seorang keluarga yang memiliki anak gadis dan Maon jatuh hati pada gadis itu, lalu menikahi dan dikaruniai anak. Sedangkan Ngeneng di persunting oleh seorang laki-laki dari daerah lain setelah menikah, Ngeneng dan Suaminya pergi dari daerah itu. Mereka pergi ke suatu tempat yang jaraknya cukup jauh dari tempat Maon tinggal.
Setelah beberapa tahun ternyata banyak juga yang menempati daerah yang ditinggali Maon dan beberapa dari mereka memiliki anak kembar,sehingga Maon memberi nama desa itu dengan nama “Kembaran”. Kalau Maon bertempat tinggal di daerah barat maka Maon menamai desa itu dengan “Kembaran Kulon”. Sedangkan Ngeneng menamai desa yang ia tinggali dengan nama “Kembaran Wetan”, karena tinggal di sebelah timur yang jaraknya jauh dari desa Kembaran Kulon tapi untuk saat ini sudah jarang yang anak lahir kembar di desa ini.
Konon di daerah Maon atau di Kembaran Kulon suatu saat ada orang yang melakukan hajatan dengan menikahkan anaknya yang kemudian terjadilah kejadian yang di luar nalar manusia.Tiba-tiba salah satu calon pengantin hilang,seperti ditelan bumi. Mereka pun panik dan keluarga diliputi kesedihan yang mendalam karena sang calon pengantin belum atau tidak pernah ditemukan lagi jejaknya. Kejadian ini terulang lagi pada saat orang yang lain akan menikahkan anaknya tiba-tiba pada malamnya pengantin hilang dan tidak ditemukan jejaknya lagi. Karena kejadian ini masyarakat desa menjadi panik dan meminta pada Maon untuk mencari solusi. Lalu pergilah Maon bertapa dan dalam bertapa Maon bermimpi agar orang yang akan melakukan hajatan seperti menikah dan khitanan agar menyediakan Ikan mangut. Ikan mangut, yaitu ikan yang berasal dari sungai kemudian dimasak dengan menyajikan dua ikan dalam satu porsinya dan diletakan di pojok kamar dengan sesajen yang lain. Setelah kembali dari bertapa Maon menceritakan mimpinya itu pada orang-orang desa mereka pun mempercayainya dan ternyata benar orang yang melakukan hajatan di beri keselamatan dan kelancaran.
Karena itu sampai sekarang orang asli Kembaran Kulon jika akan melakukan hajatan pasti memasak ikan Mangut tapi bukan diletakan di pojok ruangan lagi,tetapi dibagikan kepada masyarakat setempat yang berisi dua ikan dalam satu porsinya. Setelah Maon dan Ngeneng meninggal mereka dimakamkan di pemakaman yang berbatasan dengan Desa Purbalingga Lor. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, pada saat Jumat Kliwon banyak orang yang lewat kuburan Maon dan Ngeneng mereka melihat sosok Harimau. Mereka mempercayai bahwa sosok Harimau itu adalah jelmaan dari benda pusaka Mbah Maon begitu orang-orang desa ini menyebutnya.
Banyak orang mempercayai juga, jika keturunan Maon menikah dengan keturunan Ngeneng, maka acara tersebut akan gagal atau mereka akan mendapatkan keturunan yang mengalami gangguan mental.

Sumber Referensi:
Wawancara dengan Pak Kardiman pada tanggal 30 Oktober 2016.
Safira Kun Azida, XI IPS 2 16/17

Saat ini berprofesi jadi BTW, Kadang jadi BLOGGER, yang pasti jadi TEACHER dan semoga jadi WRITER;)