Wednesday, October 12, 2016

Asal Nama Desa Kedunglegok

Kantor Kepala Desa Kedunglegok
Desa Kedunglegok termasuk daerah paling Selatan dari Kabupaten Purbalingga, yang berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara. Desa Kedunglegok berada di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Umumnya mata pencaharian penduduknya adalah petani. Letak geografis Desa Kedunglegok sebelah Timur berbatasan dengan Desa Kemangkon, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Majatengah, sebelah Utara berbatasan dengan Sungai Serayu yang sekaligus sebagai batas alam dengan Kabupaten Banjarnegara, tepatnya desa Susukan. Desa Kedunglegok termasuk desa yang kaya akan potensi Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam.
Sebagai  sarana dan prasarana penunjang kualitas Sumber Daya Manusia, di Desa Kedunglegok terdapat dua buah sekolah dasar yaitu SD Negeri 1 Kedunglegok dan SD Negeri 2 Kedunglegok. Kedua SD ini yang notabene merupakan SD hasil dari Instruktur Presiden (Inpres) pada masa Orde Baru, serta terdapat Madrasah Ibtidaiyah (MI) Radhatul Atfal. Sedangkan untuk Sumber Daya Alamnya yang dipunyai oleh Desa Kedunglegok sangat beragam, antara lain areal persawahan, areal peternakan, dan areal perkebunan. Desa Kedunglegok mempunyai hasil bumi yang sangat beragam, diantaranya Padi, Jagung, Palawija, Tanaman Obat, Rempah-Rempah, Nira Kelapa, dan Nira Aren yang semua itu merupakan penopang sistem pangan dan perekonomian masyarakat pada umumnya di Desa Kedunglegok.
Mengenai asal usul penamaan, penulis mengadakan wawancara dengan mbah Sawidjem. Menurut beliau sejarah awal dari berdirinya Desa Kedunglegok yaitu, awal mulanya di Desa Kedunglegok ini terdapat banyak sungai dan sawah. Sungai-sungai tersebut merupakan sungai yang tersebar disekitar desa. Sungai ini pada umumnya digunakan sebagai sumber mata pencaharian dan berbagai sendi kehidupan. Dahulu kala, sungai yang ada di Desa Kedunglegok memiliki “Kedung”.
Kedungsendiri, dalam istilah penyebutan orang Purbalingga yaitu, sesuatu yang berkaitan dengan kedalaman  sungai (bagian pada sungai yang berupa pusaran dengan kedalaman sampai puluhan meter bahkan lebih). Menurut dari hasil wawancara, Kedungyang paling terkenal di Desa Kedunglegok ini adalah Kedunguling. Berdasarkan kepercayaan penduduk, jika terdapat orang yang hanyut maka akhir dari jasadnya akan terbawa menuju Kedung dan tidak akan pernah ditemukan lagi jasadnya.
Sedangkan sawah yang terdapat di Desa Kedunglegok cukup banyak, karena memang sekitar desa merupakan persawahan. Di Desa Kedunglegok ini, sawah-sawahnya banyak yang memiliki kedalaman yang cukup dalam. Menurut cerita dari masyarakat Kedunglegok, bahwa sawah-sawah yang dalam tersebut di beri nama Legok. Menurut cerita penduduk setempat, ketika musim kemarau, persawahan ini airnya tidak surut dan tetap melimpah. Persawahan itu hingga kini masih ada, dan dijaga kelestariannya oleh para penduduk setempat.
Setelah melakukan wawancara, penulis menyimpulkan bahwa, secara keseluruhan, kenapa desa ini diberi nama Desa Kedunglegok. Pemberian nama “Kedunglegok” ini berakar dari dua kata, yaitu Kedung dan Legok, yang pada akhirnya oleh masyarakat setempat diberi nama Desa Kedunglegok. Demikian nama asal usul nama Desa Kedunglegok yang berada di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga.

Sumber Referensi
www. wikipedia.com, diakses tanggal 23 September 2016.
Wawancara langsung dengan Mbah Sawidjem, pada Tanggal 25 September 2016.

Aisyah Sulistiawati XI IPS 3 SMA Negeri 2 Purbalingga 16/17

Saat ini berprofesi jadi BTW, Kadang jadi BLOGGER, yang pasti jadi TEACHER dan semoga jadi WRITER;)