Wednesday, November 16, 2016

Asal Nama Desa Kalimanah Wetan

Balai Desa Kalimanah Wetan

Desa Kalimanah Wetan merupakan salah satu bagian dari Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Kalimanah Wetan termasuk salah satu desa yang dapat dikatakan makmur, hal tersebut dikarenakan SDA yang dimiliki Kalimanah Wetan sangat melimpah. Terutama jika dilihat dari sektor pertanian dan perkebunan. 

Karena hal tersebut, maka banyak rakyat Kalimanah Wetan yang bermata pencaharian sebagai petani. Namun, banyak yang belum tahu bahwa sesungguhnya nama “Kalimanah Wetan” memiliki sejarah yang menunjukan dari mana nama tersebut muncul.

Dari banyak sumber yang telah tertera di Internet dapat diketahui bahwa sebenarnya asal mula nama desa Kalimanah Wetan merupakan Legenda yang pernah terjadi masa lampau. Diperkirakan pada tahun 1700an berdirilah sebuah kadipaten di sisi selatan gunung Slamet. Kadipaten Wilahan namanya dan Ki Wilah sebagai adipatinya. 

Ki Wilah adalah mantan seorang panglima besar dari Kerajaan Mataram yang kemudian diusir. Sehingga Ki Wilah pergi menuju ke arah Selatan gunung Slamet untuk mendirikan Kadipaten. Dalam menjalankan pemerintahannya Ki Wilah memerintah dengan bijaksana, adil dan penuh wibawa, sehingga rakyat pada masa itu merasakan ketentraman dan kemakmuran. 

Sampai pada suatu saat datanglah segerombolan perampok yang mendatangi Kadipaten Ki Wilah. Para perompok tersebut melakukan banyak tindakan yang tidak berperikemanusiaan layaknya pencurian, pemaksaan, penyiiksaan dan lain sebagainya. Mendengar hal tersebut Ki Wilah merasa marah dan tidak terima. Pada akhirnya Ki Wilah turun tangan dan mengarahkan pasukannya untuk melawan para perampok tersebut dan mengusir mereka dari Kadipaten tersebut.

Perang tersebut pun berlangsung dengan sangat sengit dan hasil akhir dari peperangan tersebut dimenangkan oleh Ki Wilah dan pasukannya. Para mayat perampok tersebut  dibuang ke sungai dan setelah hari demi hari berlalu, para mayat tersebut membusuk dan mulai mengeluarkan nanah. Dari situlah asal mula nama Kalimanah tercipta. Sedangkan nama “Kalimanah Wetan” tercipta karena letak “Kali” yang berada di arah Wetan.

Setelah kemerdekaaan Republik Indonesia diadakan beberapa kali penataan pemerintahan daerah, hingga terjadi penggantian penyebutan kelurahan menjadi desa sampai sekarang. Nama-nama tokoh yang pernah menjabat sebagai lurah atau kades desa Kalimanah Wetan antara lain Broto Atmojo, Eyang Dongkol Yasmeja, Atmo Sukarjo, Sukaryo Yudo Sunaryo, Kanapi (carteker), Ibu Kusmarkati, Karsiman, Ramelan, dan sekarang (2014) Sentot Herlambang. 

Itulah tokoh-tokoh yang pernah dan sedang mengukir sejarah perjalanan desa Kalimanah Wetan. Karena jabatan Lurah atau Kades bukan atas dasar keturunan maka anak-anak keturunannya tidak otomatis menjadi kades, namun bekerja baik di sektor swasta maupun di pemerintahan, sebut saja contoh Ir. Sigit Subroto, MT  putra Ibu Kusmarkati, Wahyu Ekonanto, SH. cucu Eyang Dongkol Yasmeja,  tidak menjabat kades, tapi menjadi pegawai pada Kantor Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Kemudian untuk menunjang aktivitas kerja pemerintahan desa maka dibangunlah balai desa Kalimanah Wetan, dengan memugar bangunan SD Negeri 2 Kalimanah yang merupakan bangunan tinggalan kolonial Belanda yang dibangun tahun 1930. Balai Desa ini dibangun tahun 1976 ketika itu yang menjabat Lurah Sukaryo Yudo Sunaryo. Desain gambar dikerjakan oleh Bapak Japar Rumekso guru pada Sekolah Teknik Negeri 2 Purbalingga di Kalimanah. Kemudian di era kepemimpinan Kades Ramelan balai desa mengalami renovasi  lagi, sampai menjadi bentuk yang megah seperti sekarang ini.

Sumber Referensi:
http://kartama.net/index.php/10-kalimanah-wetan/1-asal-usul-nama-desa-kalimanah-wetan., dikases tanggal 5 November 2016.