Friday, December 9, 2016

Asal Nama Desa Selanegara

Kantor Kepala Desa Selanegara
Desa Selanegara merupakan desa yang terletak di Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Dari pusat kota menuju Desa Selanegara bisa di tempuh dengan jarak sekitar 15 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Desa yang terletak setelah Kecamatan Kaligondang ini memiliki luas 224 hektare. Desa Selanegara juga berbatasan dengan desa-desa lain di sekitarnya. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sidanegara dan Desa Selakambang. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Cilapar. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kaligondang. Serta sebelah Timur berbatasan dengan Desa Selakambang dan Desa penolih.
Desa Selanegara memiliki 4 wilayah dusun atau dukuhan yang masing-masing di kepalai oleh Kadus. Pada dusun pertama terdapat 2 kedukuhan yaitu Dukuh Sidarini dan Dukuh Sanggrahan. Kemudian, pada dusun kedua terdapat 3 kedukuhan yaitu Dukuh Kalimenyeng, Dukuh Kesamen, dan Dukuh Sabrang. Selanjutnya, dusun ketiga terdapat 1 kedukuhan yaitu Dukuh Sudimara yang disitu terdapat 3 wilayah RT. Terakhir, dusun keempat terdapat 3 kedukuhan yaitu Dukuh Kamal, Dukuh Slegara, dan Dukuh Pegaden.
Desa Selanegara atau orang sering menyebut dengan sebutan Kesamen berawal dari kisah cerita rakyat. Bahwa zaman dahulunya di desa ini terdapat sebuah batu negara (dalam bahasa Jawa batu berarti sela). Batu negara tersebut merupakan satu titik suatu negara. Dulu Desa Selanegara ini adalah tempat berkumpulnya para tentara-tentara Belanda yang mayoritas menetap di kedukuhan Sanggrahan. Pada dusun inilah yang terkenal sebagai Kesamen karena dahulunya dimana ada sebuah sekolah tempat ujian atau dalam bahasa Belanda (tentamen) untuk para tentara Belanda. Di sekolah tersebut kebanyakan yang bersekolah disitu adalah orang-orang dari luar desa yang jarak tempuh ke sekolah jauh atau yang di asal desanya tidak terdapat sekolah dan kebanyakan dari mereka mengikuti kelas lanjutan.
Jadi, sejarah Desa Selanegara ada dua. Pertama, arti Desa Selanegara yang memiliki artian yaitu Batu Negara. Sedangkan yang Kedua, Kesamen adalah sebutan dari orang-orang desa tersebut untuk menamai sekolah tempat ujian atau tentamen para tentara Belanda. Di katakan Kesamen karena kebanyakan orang-orang tidak bisa menyebut tentamen dengan bahasa Belanda atau lebih terbiasa menyebutnya dengan menggunakan bahasa Jawa yaitu Kesamen.
Kembali kepada arti Desa Selanegara yang konon katanya batu negara tersebut kini sudah tidak terlihat atau jarang ditemui dan terkadang hilang di desa, jika penasaran dengan batu ini bisa ditemui pada hari-hari tertentu atau hari yang dipercayai oleh masyarakat sekitar dan anehnya lagi dari batu negara itu adalah batu tersebut dapat mengeluarkan cahaya yaitu cahaya biru. Jarang sekali masyarakat yang mengetahui keberadaan batu tersebut. Lokasi tempat untuk menemukan sang batu negara tersebut terdapat di sekitar area persawahan sebelah Timur SMP N 1 Kaligondang sepanjang Kedukuhan Sidarini, sementara sekolah atau tentamen yang dulu digunakan sebagai tempat ujian ada di SD N 1 Selanegara.
SD N 1 Selanegara termasuk salah satu sekolah peninggalan Belanda. Sebutan Kesamen oleh masyarakat yang ingin berkunjung kesana “Di tanya mau kemana?” Mereka menjawab mau ke tentamen yang artinya sebuah sekolah tempat ujian atau lidah mereka lebih mudah menyebut tentamen menjadi Kesamen. Pada dasarnya jika ada orang yang ingin berkunjung ke Kesamen maka yang mereka maksudkan adalah Desa Selanegara.

Sumber Referensi:
Narasumber bernama Bapak Isma’il hasil wawancara pada tanggal 2 Oktober 2016.
Oktavia Dika Nadya Rahma, XI IPS 1 SMANDA 16/17 

Saat ini berprofesi jadi BTW, Kadang jadi BLOGGER, yang pasti jadi TEACHER dan semoga jadi WRITER;)