Friday, December 9, 2016

Asal Nama Desa Panican

Balai Desa Panican
Desa Panican terletak di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Kecamatan Kemangkon memiliki luas wilayah 4.513.313 Ha berada pada 40 mdpl. Kecamatan Kemangkon berbatasan dengan Desa Toyareka di sebelah Utara, Kabupaten Banjarnegara di sebelah Selatan, Desa Bajong, Desa Tidu, Desa Wirasaba di sebelah Timur dan Desa Jompo, Desa Rabak, Desa Grecol di sebelah Barat.
Secara administratif, Kecamatan Kemangkon terdiri dari 19 desa. Diantara 19 desa yang berada di Kecamatan Kemangkon, ada salah satu desa yang asal-usul namanya menarik. Desa tersebut adalah Desa Panican. Desa Panican memiliki tanah seluas 289,300 Ha. Secara umum, masyarakat Desa Panican bekerja di sektor agraris, hal ini dikarenakan lahan pertanian di Desa Panican masih sangat luas. Selain itu, tanah pertanian di Desa Panican juga cocok untuk ditanami segala jenis tanaman pangan. Salah satunya adalah tanaman padi, dari hasil tanaman inilah perekonomian di Desa Panican mampu berkembang pesat.
Selain bekerja di bidang pertanian, masyarakat di Desa Panican juga bekerja sebagai pedagang. Hal ini dikarenakan Panican memiliki pasar yang merupakan pusat jual beli masyarakat di Kecamatan Kemangkon. Boleh dikatakan pasar ini merupakan urat nadi perdagangan di Desa Panican. Banyak masyarakat Desa Panican yang menggantungkan hidupnya di pasar ini. Namun sangat disayangkan, kabarnya pasar ini akan di alih fungsikan menjadi terminal.
Setelah mengetahui berbagai hal tentang Desa Panican tak lengkap rasanya bila kita tak mengetahui asal-usul nama desa ini. Nama dari Desa Panican ternyata memiliki cerita yang menarik untuk kita ketahui. Cerita legenda ini telah berkembang di sebagian besar masyarakat desa tersebut. Pada masa Perang Jawa (Java Oorlough) tahun 1825-1830, antara pihak VOC dengan Pangeran Diponegoro, terdapat tiga orang prajurit Mataram yang tersesat di sebuah hutan yang berawa dan penuh dengan binatang buas. Ketiga orang prajurit itu bernama Wisayudha, Wisanala, Wisananga. Ketiga prajurit tersebut dengan gagah berani bertahan hidup di hutan yang masih liar itu.
Konon, hutan yang disinggahi ketiga prajurit tersebut dikuasai oleh seekor raja hutan, yang berupa seekor harimau yang sangat besar. Harimau ini terkenal sebagai penguasa hutan yang paling kejam. Ketiga prajurit tersebut kemudian berencana untuk membuka hutan ini sebagai pemukiman. Rencana ini dapat diwujudkan dengan syarat dapat mengalahkan raja hutan Harimau. Tetapi, harimau ini sangat kuat dan sakti. Untuk mengalahkan harimau tersebut ketiga prajurit membuat bronjong (keranjang besar dari anyaman bambu) sebagai alat penjebak. Kemudian mereka membuat rencana untuk menggiring Harimau tersebut agar masuk ke dalam perangkap mereka.
Melalui usaha dan keberanian serta semangat jiwa ketiga prajurit itu akhirnya, Harimau berhasil dikalahkan. Dengan demikian Wisayudha, Wisanala, dan Wisananga dapat mulai membuka hutan dan rawa untuk dijadikan pemukiman penduduk. Masyarakat kemudian menyebut tiga orang prajurit ini sebagai orang yang wani (berani) dengan Harimau/Macan. Sehingga lambat laun istilah ini (wani macan = Wanican) dipakai sebagai nama desa tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, Wanican berubah nama menjadi Panican.
Demikianlah sekilas cerita tentang asal-usul nama Desa Panican. Semoga dari apa yang telah  saya  paparkan di atas dapat  bermanfaat bagi Anda. Terlebih lagi dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang  berbagai asal-usul nama desa yang terdapat di Purbalingga.

Sumber Referensi :
Wawancara dengan Bapak Haryanto, pada 8 November 2016 (49 tahun).
Tanya Naisya Sari, XI IPS 1 SMANDA 16/17