Monday, July 31, 2017

Asal Nama Desa Karangtengah


Sudut Desa Karangtengah
Di zaman dahulu kala ada orang yang sakti mandraguna. Orang itu bernama Aji Karang yang dikenal sangat bijaksana, sehingga banyak masyarakat yang sangat menyeganinya, setiap pagi dia selalu melatih kesaktianya dengan bertapa diluar halaman rumahnya, hari demi hari dia lalui sehingga akhirnya Aji Karang memutuskan untuk mencari pasangan hidup, pagi berganti pagi Aji Karang pun menemukan wanita yang cocok untuk mendampingi hidupnya kelak, Aji Karang jantuh cinta terhapat salahsatu kembang desa yang dikenal didesanya itu, Enah namanya. 
Hidupnya serba mewah dan sedikit sombong, mendengar kabar jika sang pujaan hatinya itu memiliki sifat seperti itu, Aji Karang merasa tertantang untuk mendapatkan cintanya, Aji Karang itu merupakan orang yang tidak mampu sehingga dia berusaha untuk mendapatkan cintanya. Sehingga Aji Karang menggunakan kesaktianya untuk mendapatkan harta kekayaan yang sangat melimpah, sampai akhirnya Aji Karang menjadi orang yang sangat kaya dengan bantuan kesaktianya itu.
Setelah Aji Karang mempunyai harta kekayaan yang sangat banyak, Aji Karang memutuskan untuk langsung mencari Enah si kembang desa yang dicintainya, pada suatu hari akhirnya Aji Karang menemukan Enah disekitar halaman rumahnya, tanpa basa basi Aji Karang langsung mengajak Enah untuk mengobrol di Rumah, dan akhirnya si Aji Karang langsung melamar Enah. Akan tetapi Enah tidak mau dilamar oleh Aji Karang karena Enah masih mempunyai permintaan agar Aji Karang itu memindahkan rumahnya Enah yang sangat mewah itu ke tengah-tengah sawah.
Aji karang langsung menyanggupi permintaan Enah dan tak merasa terberatkan oleh permintaan Enah itu, karena Aji Karang mempunyai kesaktian yang sangat luar biasa, hanya membutuhkan waktu beberapa jam akhirnya rumah Enah bisa dipindah di tengah-tengah sawah yang sangat luas. Setelah melaksanakan perintah dari Enah, Aji Karang langsung menagih janjinnya Enah, akan tetapi Enah tetap tidak mau menikah dengan Aji Karang karena tidak mendapatkan restu dari orang tua, mendengar kabar itu Aji Karang langsung terkejut dan sangat kesal, akan tetapi Aji Karang tetap sabar dan mengejar cintanya Enah sang kembang desa.
Setelah hari demi hari berlalu, akhirnya Aji Karang mendapatkan hati Enah menikah dan mempunyai putra lima, dan putranya minta rumah disebelah rumahnya orang tuanya, karena disawah tersebut banyak rumah, maka atas kemauan masyarakat pada waktu itu menghendaki adanya penamaan desa, kira-kira pada tahun 1854 terbentuklah desa yang dinamakan Desa Karangtengah yang didirikan oleh Aji Karang.
Wilayah Desa Karangtengah meliputi disebelah Barat dibatasi dengan sungai Gringsing, disebelah Selatan dibatasi oleh Desa Timbang, dan disebelah Utara dibatasi oleh Sungai Pancuranmas, pada waktu dahulu Desa Timbang belum ada dan termasuk wilayah kekuasaan Desa Karangtengah.
Sebagai pendiri Desa Karangtengah adalah Aji Karang yaitu pada tahun 1854 atas persetujuan masyarakat pada waktu itu secara aklamasi diangkat menjadi Kuwu yang artinya kepala. Pengangkatan itu berdasarkan atas jasa-jasanya karena dia berpengaruh dan juga sangat disegani dengan istilah lain dia adalah orang yang sangat sakti dikampung itu. Pemerintahan kehidupan pada waktu itu sangat primitif, dan didalam jajahan Belanda kehidupan masyarakat hanyalah dari pertanian, mengolah sawah, dan mengambil hasil tanaman lain.
Begitulah sejarah singkat tentang Sejarah Desa Karangtengah yang dapat saya ceritakan kepada para pembaca, semoga dapat menambah wawasan yang berguna. Segala koreksi masih harus dilakukan, karena sumber yang penulis dapatkan masih sangat minim.

Sumber Referensi:
Wawancara dengan Bapak Soepartja pada tanggal 8 November 2016.