Saturday, July 14, 2018

Pulang Tanpa Passport || Hari Ke-309

arifsae.com - Hari ini harus pulang. Tidak bisa lama-lama, karena harus bertemu dengan rutinitas mengajar. Malam tadi saya dan Pak Akmal gagal bertemu, rencananya mau menyerahkan passport. Passport ini akan diurus visanya. Saya janjian dengan Pak Akmal di Restoran Taufik, langganan kami makan.

Disana juga bertemu dengan Pak Zamroni yang juga akan pulang. Kami berencana bersama-sama pulang, Pak Akmal akan mencari agendanya sendiri. Dia katanya akan janjian dengan teman Konsulnya. Setelah puas makan, kami menuju ke Inanam bersama-sama.
Sudut Inanam
Sampai di Inanam jam 10.00 pagi, bus sudah tidak ada yang tersisa. Terpaksa kami memesan bus jam 12.30. Bus yang paling dekat dengan jadwal keberangkatan. Sambil menunggu, kami duduk di pojokan untuk menemani kawan-kawan yang merokok.


Di pojokan itu, kami bertemu dengan Bu Tyas, sama-sama dari CLC Gamore. Sambil menunggu bus, kami menikmati obrolan terlebih dulu. Topiknya masih dengan Pak Majid, selain dia yang akan pindah ke CLC Resort, juga perbincangan masih seputar percintaanya dengan Bu Nikki.
Rehat Bu Sida
Intinya, Pak Majid itu playboy, katanya. Setelah bergosip-gosip ria, kami akhrinya menaiki bus Sida jurusan Sandakan. Jam 12.30 kami meluncur. Hitung-hitunganya jam 17.30 saya sampai di Simpang Sapi.

Perjalanan selama 5 jam lancar. Namun karena tidak menggunakan passport, ada sedikit rasa khawatir kalau bertemu dengan Polis dijalan. Namun, perjalanan kali ini tidak bertemu ceking Polis.
Simpang Sapi
Di jalan, saya sempat bingung. Karena tiadak ada yang mau menjemput ke Simpang Sapi. Kalau-kalau terlalu malam, karena Bu Aji tidak bisa keluar rumah kalau malam tiba. Untuk memastikan, saya menyepakati kalau nanti hujan biar saya ke Mayvin saja ke tempat Pak Juang.

Namun, laju kencang bus membuat perhitungan salah. Jam 17.00 saya sudah sampai di Simpang Sapi. Segera saya mengabari Bu Aji. Dia meluncur dari Andamy, dan saya menunggunya.

Sampai jam 17.30, Bu Aji saya ajak untuk makan terelbih dulu. Maklum saja, kebiasaanya memang seperti itu. Bu Aji sendiri sudah datang lebih awal karena sesau dengan jadwal yang ditentukan. Kalau saya, agak nakal-nakal sedikit.
Makan Dulu
Bu Aji juga mau menjemput buku baru distrik Sandakan, mereka baru melihatnya langsung. Besok kawan-kawan yang lain akan mengambil satu persatu buku yang sudah saya bawa. Terlihat bahagia. Maklum, itu buku pertamanya. 

Kami lanjut pulang setelah selesai makan. Saya diantarkan ke rumah. Kejadian tak terduga, kulkas penuh dengan blatung. Sebabnya, karena sebelum pulang dulu, ternyata oleh Bu Aji dimatikan semua. Memang saya memesan untuk mematikan listrik semua. Tangkapannya mematikan semuanya, termasuk kulkas-kulkasnya. Padahal hanya listrik saja.

Kulkas isi blatung. Bau. Jijik, karena ada daging dan makanan lainnya. Sungguh, tak tega melihatnya. Biarlah itu dibersikan besok-besok saja. Mau istirahat saja dulu. Pusing lihatnya. Pasti ini akan membutuhkan waktu yang banyak dan tidak sebentar, karena benar-benar parah kulkasnya. Biarlah.[]
Lanjut Hari Ke-310 DISINI.