Wednesday, January 3, 2018

Muzieum Sabah dan Mie Ayam || Hari Ke-149

arifsae.com - Hari ini bingung mau kemana lagi. Saya cari informasi tentang tempat-tempat apa saja yang ada di sekitar Kota Kinabalu. Setelah mencari-cari, akhirnya saya memutuskan untuk menuju ke Muzium Sabah.

Sekalian jalan-jalan, sekalian juga belajar untuk Naya. Pagi hari kami siap-siap untuk berqangkat menuju ke Sabah. Saya pesan grab, karena lokasinya lumayan jauh. Dijalan sedikit macet. Kami sampai jam 11.
Bendera Bagian Sabah
Karena pertama kali, kami melihat sekeliling Muzeum ini. Halaman depannya luas, seperti tempat parkir mobil. Ada juga deretan Bendera negara bagian Malaysia.

Disebelah kiri ada tulisan Muzeum Sabah lengkap dengan air mancurnya. Kami sempatkan berfoto terlebih dulu sebelum masuk. Hawa sejuk langasung terasa ketika berdiri ditulisan itu. Ada patung burung juga diatas, jadi terlihat nyata sedang berburu ikan.
Pintu Masuk Muzeum
Luas yang hampir 17 hektar ini menjadikan museum ini begitu indah. Letaknya ada di Bukit Istana Lama. Kami memasuki dengan membayar karcis 7 rm saja. Beda kalau wisatawan asing, bisa mencapai 20 ringgit. Mungkin saya dikira penduduk sini, jadi dikenakan tarif orang tempatan.

Seketika memasuki muzeum, saya sudah disuguhkan kerangka fosil yang sangat besar. Kerangka ikan purba ini lengkapt secara kerangka. Jadi dari jauh juga sudah terlihat.
Sambutan fosil dipintu depan
Bangunan utama dari museum ini merupakan kompleks etnobotani, yaitu lokasi yang menyimpan koleksi kekayaan alam dan hewan. Banyak hewan-hewan yang diawetkan, bahkan diantaranya merupakan hewan langka. 

Selain itu, ada juga galeri tentang peradaban Islam, arkeologi dan sejarah Sabah sendiri. Banyak koleksi-koleksi kekayaan budaya orang-orang Sabah, seperti pakaian dan pola kehidupan jaman dulu. Sebenarnya hampir mirip dengan Indonesia, terutama budaya Kalimantan. 
Pakaian Adat Sabah
Budaya menyaring Padi
Foto Zaman Dulu orang Sabah
Masih banyak koleksi-koleksi yang lainnya. Ada juga kolkesi pendakian Gunung Kinabalu yang pertama. Jadi sekali masuk kesini, kita akan diberikan pelajaran yang sangat berharga mengenai segala seluk beluk kehiduapan di Sabah dan sejarahnya.

Dua jam kami habiskan disini dengan menjelajahi. Istirahat sebentar, sebelum akhirnya menuju ke KJRI KK. Kenapa kesana? karena selain mengunjungi KJRI KK, saya ingin makan mie ayam. Disini tempat mie ayam satu-satunya di Sabah. Mungkin. 
Makan Mie Ayam
Kami sengaja kesini. Kendaraan yang ditempuh menggunakan Grab. Kendaraan yang bisa mengantarkan kita kemana saja. Tapi sayang, kondisinya sedang macet total, akhirnya daripada kami menunggu lama, lebih baik kami jalan kaki saja, toh sudah dekat juga.

Kami pernah kesini dulu, tapi karena tutup, jadi kami belum sempat untuk makan mie ayam. Inilah moment yang pas. Kami langsung memesan mie ayam dan cendol.
Depan KJRI KK
Setelah selesai makan mie ayam dan istirahat sejenak. Kami lanjutkan untuk ke Karamungsing. Kali ini tidak menggunakan Grab, tapi jalan kaki. Karena jarak yang tidak terlalu jauh. Tujuan kami kesana ingin membeli barang elektronik dan mencari Speaker.
Menuju ke Karamunsing
Sore hari, sekitar jam 3 sore kami pulang ke hotel. Karena sudah lelah dan ingin mengistirahatkan badan ini sejenak. Rencananya malam ini tidak kemana-mana, karena sudah cukup berjelajah ria.
Jalan-Jalan Malam
Pinggir Pantai KK
Malam-malam malah kami keluar. Tidak tau kenapa ingin jalan-jalan. Mungkin karena istirahat sorenya sudah cukup Jadi kami keluar hotel untuk berjalan-jalan sepanjang pantai. sambil mencari angin dan makanan ringan.
Menuju ke Pantai
Tidak tanggung-tanggun. Setelah duduk-duduk dan menikmati makanan ringan dipinggiran pantai, kami pulang pukul 12 malam. Ini pertama kali jalan-jalan malam dan pulang selarut ini. Tapi kami menikmati kebersamaan ini, yang hanya tinggal beberapa hari lagi.[]


Lanjut Hari Ke-150 DISINI.